coretan tentang autocad dan excel

May 27, 2009

[CAD-MAP-07]: Cara Mudah Membuat Label dan Table Koordinat di AutoCAD Bagian #2

Filed under: AutoCAD — cadex @ 08:57
Referensi :  
Platform : Autocad 2007 – 2009
Lokasi File :  

 

Menyambung dari Bagian #1, buat table koordinat di sebelah kanan gambar yang berlabel.

image

Baris pertama merupakan judul kolom sedangkan baris berkutnya  akan diisi informasi dari label point P1, P2 dan seterusnya sampai P6.

Double click text PILE ID pada baris ke dua, kemudian click kanan pilih ‘Insert Field’

image

Langkah di samping untuk isian kolom pertama (PILE ID).

Untuk melakukan isian di kolom kedua (X) dan ketiga (Y), ulangi langkah disamping dengan memilih property X untuk koordinat X dan property Y untuk koordinat Y

Ulangi langkah-langkah tersebut untuk baris ketiga sampai ke tujuh untuk P2 sampai P6.

 

Tabel koordinat akan menjadi:

image

Sekarang dipindah atau move lokasi pilenya, setelah itu ketik REGEN, maka label koordinat dan list akan ter-update secara otomatis.

=selamat mencoba=

[CAD-MAP-06]: Cara Mudah Membuat Label dan Table Koordinat di AutoCAD Bagian #1

Filed under: AutoCAD — cadex @ 08:54
Referensi : baca help autocad tentang dynamic block
Platform : Autocad 2007 – 2009
Lokasi File :  

 

Contoh gambar yang akan diberi label koordinat adalah :

image

Koordinat ada di tepat persimpangan garis merah atau center dari lingkaran hitam. Tiap koordinat akan diberi nama dari P1 sampai P6 kemudian akan dibuatkan table list koordinat dari masing-masing nama tersebut.

Langkah-langkah untuk membuat label adalah :

A. Membuat block attribute di block editor

Block attribute yang akan dibuat ada dua yaitu :

Nama Block Attribute Keterangan  
pAtas ID, X, Y Label ada di kanan atas lingkaran Label kiri atas akan dimirror dari label sebelah kanan
pBawah ID, X, Y Label ada di kanan bawah lingkaran Label kiri bawah akan dimirror dari label sebelah kanan

 

A.1  Membuat Block ‘pAtas’ dan ‘pBawah’

Command: block <enter>
di isian ‘Name” masukkan ‘pAtas’
click ‘Select Objects’, kemudian pilih satu object lingkaran.
click ‘OK’

ulangi langkah di atas untuk ‘Name’  ‘pBawah’

 

A.2 Mengedit Block ‘pAtas’ dan ‘pBawah’ di block editor

Command: bedit <enter>
pilih block ‘pAtas’
Command: attdef <enter>
Pada group Attribute, masukkan ‘PointID’ di Isian Tag
Saat prompt ‘Specify start point:’ click lokasi di kanan atas lingkaran
pada tahap ini posisi label nama titik sudah diset.

Command: attdef <enter>
Isikan Tag ‘X’ di group attribute
kemudian click image  di isian default.

image

Lakukan setting field seperti di atas.
Koordinat X dan Y akan diambil dari koordinat insertion point dari bloc attribute. Jika Block attribute digeser, maka posisi X dan Y akan ikut berubah.

Saat prompt ‘Specify start point:’ click lokasi di bawah text ID.

 

Command: attdef <enter>
Isikan Tag ‘Y’ di group attribute
kemudian click image  di isian default.
Isikan sesuai di atas, kecuali untuk pilihan X, Y dan Z yang dipilih adalah Y, sedangkan untuk X TIDAK dipilih.
Saat prompt ‘Specify start point:’ click lokasi di bawah text X.

Hasil block akan terlihat sebagai berikut:
image 

Block di atas adalah untuk posisi kanan atas, agar attribute bisa dimirror (di posisi kiri atas), maka block tersebut harus diedit menggunakan fasilitas block editor.

Masih di block editor, akan ditampilkan ‘Block Authoring Pallete’
Pada block pallete tersebut, pilih tab ‘Parameters’
image  kemudian clik ‘Flip Parameter’

 

Command: _BParameter Flip
Specify base point of reflection line or [Name/Label/Description/Palette]: _cen
of <click titik tengah lingkaran>
Specify endpoint of reflection line:  <Ortho on> <click garis pencerminan, ke arah atas dari titik pencerminan>
Specify label location:<click posisi label, sepanjang garis pencerminan>

Pilih panah cyan dan tarik (pindahkan) ke atas.

click ‘Click Base Point Parameter’

Command: _BParameter Base Point
Specify parameter location: _cen of <pilih tengah-tengah lingkaran>

Hasil block pada block editor akan terlihat:

image

pada block ada tanda image , artinya proses pembuatan block masih belum selesai atau belum lengkap.

Belum lengkapnya adalah menentukan object mana yang akan dimirror atau di flip.

Pada ‘Block Authoring Pallete’, pilih tab ‘Actions’, kemudian pilih ‘Flip Action’

Command: _BActionTool Flip
Select parameter:<pilih parameter ‘Flip state’>
Select parameter: <enter>
Specify selection set for action <pilih tag ID X Y>
Select objects: Specify opposite corner: 3 found

Select objects: <enter>

Specify action location: <pilih lokasi di gambar>

image

Block attribute setelah diedit akan terlihat seperti di samping.

Setelah selesai tutup ‘Block Editor’ dengan menge-click icon ‘Close Block Editor’.

Click ‘Yes’ untuk menyimpan hasil editan.

 

 

 

Ulangi langkah di atas untuk block ‘pBawah’

B. Insert Block ke Gambar 

Command: insert  <enter>

Specify insertion point or [Basepoint/Scale/X/Y/Z/Rotate]: <pilih lokasi yg akan ditentukan koordinatnya>
Enter attribute values
Nama Titik: P1 <nama titik>
X <1835.1571>: <enter>
Y <1391.1505>: <enter>

Copy block yang sudah diinsert, ke semua titik yang akan ditentukan coordinatnya dan edit nama titik sehingga menjadi titik P1 sampai P6.

Gambar setelah dicopy dan diedit nama titiknya. Koordinat masih sama Gambar Setelah di-regen. Koordinat otomatis berubah
image image 

 

Jika diinginkan posisi label untuk P4, P5, dan P6 ada di kiri atas:

Pilih block P4, kemudian click symbol panah.

Sebelum di Flip Setelah di Flip
image image

Lakukan yang sama untuk P5 dan P6.

image

Cara membuat tabel koordinat ada di bagian #2

May 22, 2009

[CAD-CIV-07]: Import data dari Total Station ke Civil 3D Bagian #4

Filed under: Civil3D, Tukang Ukur — cadex @ 10:57
Referensi : Import data dari Total Station ke Civil 3D Bagian #3
Platform : Civil 3D
Lokasi File : download autolisp dan contoh gsi

Pada bagian sebelumnya, telah diuraikan cara mengeplot dan menghitung data hasil pengukuran polygon dari Total Station (TS) leica TC407 ke Civil 3D.

Pada bagian ini akan dijelaskan bagaiman cara menggambarkan hasil pengukuran detail dari alat yang sama

Cuplikan data asli hasil dari TS adalah:

image

dari data di atas, point number masih berupa alpha numeric sehingga perlu dirubah menjadi numeric. Agar point number ini tidak sama dengan point number polygon yang telah didefiniskan pada bagian yang lalu, maka point number tersebut diberi dengan konstanta penambah 100000.

point number, akan diambil dari 4 angka setelah word index. Misal point number untuk baris kedua *110002, maka point number untuk titik tersebut akan dirubah menjadi 100000+2=100002. Sehinga baris kedua menjadi *110002+0000000000100002.

Dengan bantuan program autolisp terlampir proses perubahan point number dari alpha numeric ke numeric bisa dilakukan dengan cepat.

;;; ————————————————————————–;
;;;  3. fungsi: merubah Point Number Leica GSI16 dari alphanumeric ke numeric
;;;  format input file : Leica GSI16 File
;;; ————————————————————————–;
(print “gsi_num : merubah Point Number Leica GSI16 dari alphanumeric ke numeric”)
(defun c:gsi_num()
(setq nama (getfiled “Pilih file GSI16 pointNumber alphanumeric” “” “gsi” 8))
;jika user menekan tombol cancel, tdk dijalankan
(if (/= nama nil)
(progn
(setq fileLama (open nama “r”))
(setq namaBaru (strcat (substr nama 1 (- (strlen nama) 4)) “num.gsi”))
(setq fileBaru (open namaBaru “w”))
;secara default, point number akan mengambil mulai kolom ke 4 sebanyak 4 karakter.
(setq lineInput (read-line fileLama))
(while (/= lineInput nil)
(setq strWI (substr lineInput 2 2))
(cond
((=  strWI “41″)
(write-line lineInput fileBaru)
);strWI “41″
((= strWI “11″)
;*110062+00000000016 3000
(setq pntNumeric (substr lineInput 4 4));0062
(setq pntNumeric (format16 pntNumeric));0000000000000062
(setq pntNumeric (strcat (substr lineInput 1 8) pntNumeric));*110062+
(setq lineNew (vl-string-subst pntNumeric (substr lineInput 1 24) lineInput))
(write-line lineNew fileBaru)
);strWI=11
);end cond
(setq lineInput (read-line fileLama))
);end while
(close fileBaru)
(close fileLama)
);end prgn
);end if
);end defunc

(defun Format16(strInput)
(setq strLeft (rtos 1.0 2 (- 16 (strlen strInput))))
(setq rtn (strcat (vl-string-subst “” “1.” strLeft) strInput))
)

Setelah dirubah point numbernya baru file GSI16 dirubah menjadi FBK dengan autolisp berikut:

;;; ————————————————————————–;
;;;  4. fungsi: merubah Leica GSI16 pengukuran detail ke Autodesk Field Book (fbk)
;;;  format input file : Leica GSI16 File
;;; ————————————————————————–;
(print “gsi_ss : konversi gsi pengukuran detail (sight shot) ke Autodesk Field Book (FBK)”)

(defun c:gsi_ss()
(setq nama (getfiled “Pilih file GSI16 hasil pengukuran sight shot yang akan dirubah ke FBK” “” “gsi” 8))
;jika user menekan tombol cancel, tdk dijalankan
(if (/= nama nil)
(progn
(setq file (open nama “r”))
(setq namaFbk (strcat (substr nama 1 (- (strlen nama) 4)) “.fbk”))
(setq fileFbk (open namaFbk “w”))
(setq DataFile (Read-line file))
(setq k -1)
(setq fltTinggiAlat 0.0)
(while (/= DataFile nil)
(cond
((= (substr DataFile 2 2) “41″)
(setq pCode (substr DataFile 9 16))
(setq pCode (vl-string-left-trim “0″ pCode))
);end cond=41
((= (substr DataFile 2 2) “11″)
(setq j 2 k (+ k 1))
(while (<= j 146)
(setq wi (substr DataFile j 2))
(setq isiWI (substr DataFile (+ j 7) 16))
(cond
((= wi “11″)(setq FS (itoa (atoi isiWI)))
(if (= FS “0″)
(progn
(alert “Point Number masih berupa alpha numeric !!!, ketik gsi_num untuk merubah menjadi numeric”)
(close file)
(close filefbk)
(exit)
);progn
);end if
(setq FS (itoa (+ (atoi isiWI) 100000)));point number ditambah 100000
)
((= wi “88″)(setq TinggiAlat (rtos (/ (atoi isiWI) 1000.0) 2 3)))
((= wi “87″)(setq TinggiTarget (rtos (/ (atoi isiWI) 1000.0) 2 3)))
((= wi “21″)(setq SudutHorizontal (rtos (/ (atof isiWI) 100000.0) 2 5)))
((= wi “22″)(setq SudutVertikal (rtos (/ (atof isiWI) 100000.0) 2 5)))
((= wi “31″)(setq JarakMiring (rtos (/ (atoi isiWI) 1000.0) 2 3)))
);cond
(setq j (+ j 24))
);end while j=2 to 146
(if ( /=  fltTinggiAlat (atof TinggiAlat))
(progn
(write-line (strcat “STN -9999 ” TinggiAlat) fileFbk)
(write-line “BS -8888″ fileFbk)
));end progn endif
(write-line (strcat “PRISM ” TinggiTarget) fileFbk)
(write-line (strcat “AD VA ” FS ” ” SudutHorizontal ” ” JarakMiring ” ” SudutVertikal ” ” “\”" pCode “\”") fileFbk)
(setq fltTinggiAlat (atof TinggiAlat))
);end cond = 11
);end cond
(setq DataFile (Read-line file))
);end while open file
(close file)
(close fileFbk)
);progn
);enf if

)

 

Jika file input adalah “ssnum.gsi”, maka file outputnya akan menjadi file “ssnum.fbk”.
Karena file GSI hasil download tidak ada informasi tempat berdiri alat (STN) dan Backsight (BS), maka file hasil FBK harus diedit dengan memasukkan point number untuk STN dan BS sesuai dengan skets pengukuran di lapangan.

Hasil FBK dari running autolis, secara default memberi point number -9999 untuk Station dan -8888 untuk Backsight. Angka-angka inilah yang harus dirubah sesuai dengan sket lapangan.

Contoh file fbk sebelum dirubah:

STN -9999 1.423
BS -8888
PRISM 3.150
AD VA 100002 257.03140 2.832 65.49450 “SH”
PRISM 3.150
AD VA 100003 265.09390 15.907 85.13410 “SH”
PRISM 3.150
AD VA 100004 260.44110 27.096 88.06420 “SH”
PRISM 3.150
AD VA 100005 259.27220 40.295 89.05430 “SH”
PRISM 3.150
AD VA 100006 259.48350 47.686 88.57080 “SH”

Setelah dirubah dengan memasukkan nomer station dan backsight, cuplikan file fbk menjadi :

STN 2 1.423
BS 1
PRISM 3.150
AD VA 100002 257.03140 2.832 65.49450 “SH”
PRISM 3.150
AD VA 100003 265.09390 15.907 85.13410 “SH”
PRISM 3.150
AD VA 100004 260.44110 27.096 88.06420 “SH”
PRISM 3.150
AD VA 100005 259.27220 40.295 89.05430 “SH”
PRISM 3.150
AD VA 100006 259.48350 47.686 88.57080 “SH”

file “ssnumEdited.fbk” adalah versi lengkap file FBK yang sudah diedit.

Masih di network, import field book “ssnumEdited.fbk”. Silahkan lihat di bagian #1 jika lupa caranya import field book (FBK).

Pada setting ‘Import Field Book’, set ‘Show Interactive Graphics’ ke ‘Yes’.

Buka ‘DescKey Editor’ seperti di Bagian#3, untuk mengeplot titik detail tersebut ke gambar. Pada ‘DescKey’ editor ini, akan ditambah dua Description Key kode SH untuk spot height dan JL untuk jalan.

image

Masih di toolspace civil 3D, click kanan folder ‘Survey Points’, pilih ‘Point’ kemudian ‘Insert into drawings’

image

titik cross section sudah tergambar di civil 3D.

Kesimpulan:

  1. File hasil download adalah hasil dari pengukuran TS Leica 407. Untuk type total station yang lain program autolisp yang telah ditulis akan tidak sesuai.
  2. Jika hasil pengukuran akan diolah di civil 3D, selalu gunakan format point number NUMERIC
  3. Coba gunakan fasilitas Survey Data Link atau stringer connect, untuk konversi type data dari TS yang lain ke FBK. Analisa hasilnya apakah sesuai dengan actual pengukuran di lapangan. Saya telah coba konversi hasil pengukuran TS Leica 407 dengan program ini, ternyata hasil konversinya, tidak sesuai dengan hasil lapangan.

[CAD-CIV-06]: Import data dari Total Station ke Civil 3D Bagian #3

Filed under: Civil3D, Tukang Ukur — cadex @ 10:52
Referensi :
Bagian #2
Platform : Civil 3D
Lokasi File :

Sambungan dari Bagian #2.

Pada toolspace survey, click kanan icon ‘Points’, kemudian pilih ‘Edit’. Akan ditampilkan panorama Survey Point Editor seperti di bawah :

image

Pada kolom description dikelompokkan menjadi dua kelompok dengan point style yang berbeda yaitu

Point Style Keterangan
Benchmark menggambarkan titik dengan description yang diawali dengan huruf GPS dan DR
STA menggambarkan titik dengan description yang diawali dengan huruf STA

Type Point Style di atas, menggunakan point style yang ada di template ‘_AutoCAD Civil 3D (metric) NCS Extended’. Pada bagian #1, telah disarankan untuk menggunakan template tersebut sebelum melakukan import FBK.

Karena setting drawings dan setting survey database tidak link (berdiri sendiri-sendir), maka pada drawings aktif yang aktif perlu disetting juga drawing unit dan zone sesuai dengan setting survey database.

image

Pada Toolspace Civil 3D, pilih Tab Setting

Pastikan pada pilihan teratas adalah ‘Active Drawing Settings View’

Click kanan, icon gambar yang aktif (survey), kemudian pilih ‘Edit Drawing Settings’

Pastikan bahwa drawing units adalah meters

Pada isian ‘Selected Coordinate System Code’, masukkan code ‘UTM84-47N. Isian ini sama dengan isian di survey database.

Akhiri dengan click tombol ‘OK’

image

Masih di toolspace civil 3D tab settings, double clicks icon ‘Point’

Kemudian click kanan ‘Civil 3D’ di bawah folder ‘Description Key Sets’

Pilih ‘Edit Keys…’

Akan ditampilkan panorama ‘DescKey Editor’

Pada ‘DescKey Editor’ kita akan menambah DescKey baru dengan code GPS* dan DR* dengan point style ‘Benchmark’, sedankan untuk DescKey STA* menggunakan yang sudah ada di template.

Pada ‘DescKey Editor’, arahkan pilih code pertama (STA*), kemudian cick kanan, pilih ‘New’

Masukkan Code GPS* di kolom Code dan Pilih Label Style dan Layer yang diinginkan.

Ulangi untuk code DR*, sehingga tampilan di ‘DescKey Editor’ menjadi:

image

Jika selesai, click tombol image .

image

Masih di Toolspace Civil 3D, pilih Tab Survey.

Click Kanan icon ‘Survey Points’

Pilih ‘Points’ , kemudian ‘Insert into drawings’

Titik pengukuran poligon akan terlihat seperti di bawah:

image

Jika ingin dirubah tampilan labelnya, dapat dilakukan modifikasi di Point Label Style pada Tab Setting di toolsapce civil 3D.

===bersambung ke bagian #4===

[CAD-CIV-05]: Import data dari Total Station ke Civil 3D Bagian #2

Filed under: Civil3D, Tukang Ukur — cadex @ 10:25
Referensi : Import data dari Total Station ke Civil 3D Bagian #1
Platform : Civil 3D
Lokasi File :

Masih di toolspace survey, di bawah folder networks pilih network dimana file FBK diimpor

image

pilih icon traverse, kemudian pilih ‘New’

Pada ‘Traverse Propery’, isikan :

Name: poligon01

Initial Station: 2

Initial Backsight : 1

Isian Stations dan Final Foresight akan terisi sendiri sesuai dengan jalur polygon.

Click ‘OK’ jika sudah selesai.

Click kanan poligon01, dibawah folder ‘Traverses’, kemudian pilih ‘Traverse Analysis’.

image

Masukkan persyaratan ketelitian horisontal dan vertical. di baris horizontal closure limit dan vertical closure limit.

contoh, jika ketelitian horisontal dan vertikal adalah 1:10000, maka pada baris dimasukkan hanya angka 10000

Hasil ketelitian polygon adalah :

Angular error      = -0-00-10
Angular error/set  = -0-00-02 Under
Elevation error : 0.0193
Error North     : -0.0832
Error East      : 0.0545
Absolute error  : 0.0994
Error Direction : S 33-13-00 E
Perimeter       : 1092.7524
Precision       : 1 in 10988.2591
Number of sides : 4

Hasil perhitungan perataan koordinat dan elevasi tidak langsung di gambar di Civil 3D, tetapi hanya update di survey database.

Seandainya diketahui bahwa koordinat tersebut adalah sistem koordinat UTM Zone 47N, maka Jika diinginkan hasil perhitungan koordinat ditambah inormasi lintang dan bujur, maka survey database harus di set Coordinate zone ke Zone 47N.

image

Setelah dilakukan setting Zone UTM, click Update Network Canals.

Hasil perhitungan poligon lengkap dengan hitungan lintang bujur adalah sebagai berikut:

image

Pada Bagian #3 akan diuraikan cara mengeplot titik-titik tersebut dalam Civil 3d dengan menggunakan fasilitas point style.

[CAD-CIV-04]: Import Data dari Total Station ke Civil 3D Bagian #1

Filed under: Civil3D, Tukang Ukur — cadex @ 10:18
Referensi : [CAD-CIV-02] : Perhitungan Polygon di Civil 3D.
Platform : Civil 3D 2009
Lokasi File : download file

Saya menerima data pengukuran poligon dari alat Total Station Leica TC407 dengan format sebagai berikut:

image

Cuplikan data pada baris pertama adalah :

*410061+00000000016 3000 42….+0000000000000000 43….+0000000000000000 44….+0000000000000000 45….+0000000000000000 46….+0000000000000000 47….+0000000000000000 48….+0000000000000000 49….+0000000000000000

sedangkan untuk baris kedua :

*110062+00000000016 3000 21.324+0000000010917180 22.324+0000000009006300 31…0+0000000000042905 51….+000000000048+034 87…0+0000000000001710 88…0+0000000000001563

untuk membaca data tersebut saya berkunjung ke web site leica kemudian menemukan e-book berjudul “GSI ONLINE for Leica TPS” by M. Muller.

Setelah membaca manual tersebut, ternyata format file hasil download termasuk type GSI16 dengan contoh susunan sebagai berikut:

image

Word Index (WI) di file hasil download TC407 adalah:

Word Index Keterangan
41-49 Point Code atau keterangan titik
11 Point Number
21 Sudut Horizontal format ddd.mmss
22 Sudut Vertikal forma ddd.mmss
31 Slope Distance
51 PPM
87 Tinggi Targer (prisma)
88 Tinggi Alat

Yang perlu diperhatikan dalam file hasil download ini adalah penamaan nomor titik poligon pada WI code “11″. Contoh “110062+00000000016 3000″, maka nomor titik poligonnya adalah “16 3000″. Penomoran titik tidak bisa diterima oleh civil 3D karena penomeran tersebut masih berupa alphanumeric (ada spasi, kalo nggak ada spasi bisa dikategorikan numeric). Agar bisa diproses oleh civil 3D, maka untuk WI code “11″, dirubah menjadi :

Pont Number Asal Point NUmber Baru
16 3000 3000
16 3100 3100
16 3200 3200
GPS16 1A 4
GPS16 1 5

Silahkan gunakan macro excel visual basic berikut untuk melakukan perubahan:

Sub RubahPntNo_AlphaKeNumeric()
Dim gsiOri As String, f, strLine As String, strPno As String, i As Integer, gsiOut As String
‘membuka file gsi
f = Application.GetOpenFilename((“GSI 16 (*.gsi), *.gsi”))
If f = False Then Exit Sub
i = 0
gsiOri = CStr(f)
If IsEmpty([C1]) Then
Open gsiOri For Input As 1
Do While Not EOF(1)
Line Input #1, strLine
‘membaca word index (WI), karena dalam file gsi kolom pertama bertanda *
‘maka pembacaan WI dimulai dari kolom 2
If Mid(strLine, 2, 2) = “11″ Then
i = i + 1
strPno = Mid(strLine, 9, 16) ‘ambil pntNo asal
Cells(i, 1) = strPno ‘menulis pointnumber pada kolom A di excel
‘perubahan nomer dilakukan di excel secara manual, hasil perubahannya ada di kolom C
End If
Loop
Close (1)
Exit Sub ‘keluar dari program untuk melakukan perubahan secara manual lewat excel
End If
‘update pntNo di gsi file sesuai dengan kolom C di excel
Dim strLineNew As String, strPnoNew As String
gsiOut = Left(gsiOri, Len(gsiOri) – 4) & “new.gsi”
i = 0
Open gsiOri For Input As 1
Open gsiOut For Output As #2
Do While Not EOF(1)
Line Input #1, strLine
Select Case Mid(strLine, 2, 2)
Case “11″
i = i + 1
strPno = Mid(strLine, 9, 16) ‘ambil pntNo asal
strPnoNew = Cells(i, 3)
strLineNew = Left(strLine, 8) & Replace(strLine, strPno, strPnoNew, 9, 16)
Print #2, strLineNew
Case Else
Print #2, strLine
End Select
Loop
Close #2
Close #1
End Sub

File GSI setelah dirubah menjadi:

image

Tahap selanjutnya adalah merubah file GSI tersebut ke format Autodesk Field Book (FBK). Macro untuk merubah GSI menjadi FBK adalah :

Sub RubahGSI16PolygonKeFBK()
Dim gsiOri As String, f, strLine As String, strPno As String, i As Integer, j As Integer
Dim GSI16() As GSI_LINE, strNilai As String
f = Application.GetOpenFilename((“GSI 16 (*.gsi), *.gsi”)) ‘memilih file GSI16
If f = False Then Exit Sub ‘jika tekan ESC atau cancel keluar program
gsiOri = CStr(f) ‘merubah file terpilih menjadi string
i = -1
Open gsiOri For Input As 1 ‘membuka file
Do While Not EOF(1) ‘mulai membaca
Line Input #1, strLine
If Mid(strLine, 2, 2) = “11″ Then ‘cek jika WI=11
i = i + 1
ReDim Preserve GSI16(i)
For j = 2 To 146 Step 24 ‘loop membaca WI di setiap/baris
strNilai = Mid(strLine, j + 7, 16) ‘membaca nilai setelah WI
Select Case Mid(strLine, j, 2)
Case “11″: GSI16(i).pntFS = CInt(strNilai)
Case “88″: GSI16(i).tinggiAlat = CDbl(strNilai)
Case “87″: GSI16(i).tinggiTarget = CDbl(strNilai)
Case “21″: GSI16(i).dmsHz = CDbl(strNilai)
Case “22″: GSI16(i).dmsVr = CDbl(strNilai)
Case “31″: GSI16(i).SD = CDbl(strNilai)
End Select
Next j
End If
Loop
Close #1
Dim fbkOut As String
Dim pntSTA As Integer, pntBS As Integer, pntFS As Integer
fbkOut = Left(gsiOri, Len(gsiOri) – 4) & “.fbk”
Open fbkOut For Output As #2 ‘menyimpan hasil konversi ke fbk
For i = LBound(GSI16) To UBound(GSI16)
If i = 0 Then ‘data pertama belum ada info pntSTA dan pntBS
pntSTA = 2 ‘ bisa edit lewat text editor
pntBS = 1
pntFS = GSI16(i).pntFS
Else
pntBS = pntSTA
pntSTA = pntFS
pntFS = GSI16(i).pntFS
End If
Print #2, “STN ” & pntSTA & ” ” & GSI16(i).tinggiAlat / 1000
Print #2, “BS ” & pntBS
Print #2, “PRISM ” & GSI16(i).tinggiTarget / 1000
Print #2, “F1 VA ” & pntFS & ” ” & Format(GSI16(i).dmsHz / 100000, “0.00000″) & ” ” _
& GSI16(i).SD / 1000 & ” ” & Format(GSI16(i).dmsVr / 100000, “0.00000″)
Next i
Close #2
End Sub

setelah terkonversi menjadi FBK:

STN 2 1.563
BS 1
PRISM 1.71
F1 VA 3000 109.1718 42.905 90.063
STN 3000 1.498
BS 2
PRISM 1.71
F1 VA 3100 162.3636 477.552 89.5355
STN 3100 1.518
BS 3000
PRISM 1.781
F1 VA 3200 179.3115 488.367 89.5426
STN 3200 1.538
BS 3100
PRISM 1.622
F1 VA 4 81.4633 83.931 90.1804
STN 4 1.446
BS 3200
PRISM 1.424
F1 VA 5 197.5403 75.937 89.4359

Apabila koordinat titik kontrol (PntNo, N, E, Z dan Deskripsi) adalah :

1 154081.720 746181.590 12.040 “DR 13-G35″
2 153750.660 746192.170 12.233 “DR 13-G36″
4 153823.623 747186.456 12.660 “GPS16 1A”
5 153898.562 747198.685 13.035 “GPS16 1″

maka informasi ini dapat dimasukkan atau ditambahkan ke FBK, sehingga FBK yang sudah dimasukkan koordinat titik kontrol menjadi:

UNIT METER DMS
NEZ 1 154081.720 746181.590 12.040 “DR 13-G35″
NEZ 2 153750.660 746192.170 12.233 “DR 13-G36″
NEZ 4 153823.623 747186.456 12.660 “GPS16 1A”
NEZ 5 153898.562 747198.685 13.035 “GPS16 1″
STN 2 1.563
BS 1
PRISM 1.71
F1 VA 3000 109.17180 42.905 90.06300 “STA 3+000″
STN 3000 1.498
BS 2
PRISM 1.71
F1 VA 3100 162.36360 477.552 89.53550 “STA 3+100″
STN 3100 1.518
BS 3000
PRISM 1.781
F1 VA 3200 179.31150 488.367 89.54260 “STA 3+200″
STN 3200 1.538
BS 3100
PRISM 1.622
F1 VA 4 81.46330 83.931 90.18040
STN 4 1.446
BS 3200
PRISM 1.424
F1 VA 5 197.54030 75.937 89.43590

Sekarang jalankan Civil 3D

  1. Buat gambar baru dengan memilih template ‘_AutoCAD Civil 3D (metric) NCS Extended’
  2. Aktifkan ‘Survey Toolspace’
  3. Buat Survey Database misal ‘LandSurvey’ dan Setting Unit Distance ke ‘meter’. Caranya ada di [CAD-CIV-02]
  4. Buat Network Baru, misal ‘Canal’
  5. Click Kanan di network ‘Canal’, kemudian pilih Import Field Book

image

Setelah FBK diimport, Civil 3D akan menghitung koordinat, mencatat informasi Stations, Control Points dan data ukuran di Survey Database

image

===bersambung ke Bagian #2, untuk melakukan proses perhitungan polygon di civil 3D====

Theme: Shocking Blue Green. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.