coretan tentang autocad dan excel

December 5, 2010

[GEN-PMG-01]: Perhitungan PPH 21 dengan Excel

Filed under: Excel — cadex @ 20:50
Referensi :  
Platform : Microsoft Excel
Lokasi File : download

 

Lapis, tingkatan atau tarif untuk perhitungan PPH 21 tahun 2009 dibedakan antara Wajib Pajak (WP) yang mempunyai NPWP dan yang tidak ber-NPWP.  WP yang tidak mempunyai NPWP tarifnya lebih banyak 20%.

Tabel tarif PPH21 untuk yang mempunyai NPWP:

image

sedangkan untuk yang tidak mempunyai NPWP:

image

Dalam tulisan kali ini akan dibahas cara perhitungan PPH21 dengan Microsoft Excel hanya untuk yang ber-NPWP, sedangkan untuk yang tidak ber-NPWP dapat di baca lebih lanjut di sini.

Metode perhitungan menggunakan dua cara, yaitu dengan menggunakan cell bantu dan tanpa menggunakan cell bantu.

Untuk mempermudah perhitungan dibuattabel bantu sebagai beriktu:

image

1. Perhitungan dengan cell bantu

Apabila penghasilan selama satu tahun setelah dikurangi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) adalah Rp 250,111,111 maka WP tersebut ada di lapis ke 3 dengan tarif 25% dan dikenai nilai progressive sebesar Rp 32,500,000

Proses perhitungannya adalah:

image

2. Perhitungan tanpa cell bantu.

Tanpa cell bantu artinya, proses perhitungan menggunakan satu cell input saja dan hasilnya juga ditampilkan dalam satu cell. Jika cell input ada di A1, maka hasil perhitungannya langsung ditampilkan di cell B1.

Rumus dikembangkan dari fungsi IF menggunakan tabel logika sebagai berikut:

image

Logika dalam tabel di atas apabila digabungkan dengan fungsi IF menjadi:

image

Jika nilai PKP ada di cell A1 dan hasil perhitungan diharapkan di cell B1, maka di cell B1 ditulis:

=IF(A1>500e6,30%*(A1-500e6)+95e6,if(A1>250e6,25%*(A1-250e6)+32.5e6,if(A1>50e6,15%*(A1-50e6)+2.5e6,A1*5%)))

<<mohon koreksinya jika ada yang salah, terutama pembaca yang paham betul tentang pajak>>

[GEN-PMG-02]: Iterasi di Excel untuk Gross Up PPH 21

Filed under: Excel — cadex @ 20:46
Referensi : Perhitungan PPH 21 dengan Excel
Platform : Microsoft Excel 2003 dan 2007
Lokasi File :

 

Kadang kita jumpai pesan error Circular Reference di excel yang biasanya terjadi jika saat membuat rumus atau formula yang di suatu cell, melibatkan cell hasil hitungan itu sendiri….[bingung sendiri aku menerangkan #$??><%%].

Pakai contoh soal aja, jika kita ingin menampilkan hasil hitungan di cell A3 dan menuliskan formula di =A1+A2+A3 maka terjadi circular reference karena dalam rumus tersebut ada referensi A3 yang didapat dari hasil hitungan itu sendiri….[masih bingung?? kalo mau bingung lagi, coba keterangan dalam bahasa inggris di Dealing with Circular References]

Tulisan ini akan membahas bagaimana kita memanfaatkan circular reference tersebut menjadi sebuah fungsi iterasi untuk mendapatkan nilai gross up pph 21.

Jika PKP:Penghasilan Kena Pajak dan PTKP:Penghasilan Tidak Kena Pajak, maka

PPH21=(PKPgross-PTKP)*RumusPPH21

PKPgross=PKP+PPH21

PKPgross=PKP+(PKPgross-PTKP)*RumusPPH21

di rumus terakhir inilah terjadi circular reference, perhatikan variable PKPgross ada di sebelah kanan dan kiri tanda sama dengan (=).

Contoh kasus gross up PPH21

Konsultan mendapatkan pekerjaan Man Power Supply selama satu tahun.

Untuk keperluan pekerjaan tersebut telah dipilih 3 orang dengan standard gaji per bulan yang berbeda dan mempunyai tanggungan keluarga (variable PTKP) yang berbeda pula.

Selain gaji per bulan, setiap tahun mereka juga mendapatkan THR sebesar satu bulan gaji dan bonus sebesar 50% dari gaji.

Perusahaan memutuskan untuk memberikan subsidi PPH21 kepada 3 orang tersebut, sehingga pendapatan mereka selama setahun tidak terpotong PPH21.

Hitungan gaji di excel disusun seperti berikut:

image

F2=SUM(C2*12,D2:E2), H2=G2-B2, J2=G2-I2

I2=IF(H2>500000000,30%*(H2-500000000)+95000000,IF(H2>250000000,25%*(H2-250000000)+32500000,IF(H2>50000000,15%*(H2-50000000)+2500000,H2*5%)))

K2=J2-F2

Jika K2 bernilai 0 (nol), maka hasil gross up sudah betul, yaitu PKPgross – PPH21 akan sama dengan pendapatan bersih selama setahun.

sebelum melakukan hitungan PKPgross (Kolom G), lakukan setting iterasi di excel sesuai dengan versi excel yang Anda Pakai.

Excel 2003

dari menu [Tool], pilih [Options]. Pada Tab [Caclulation], check “Iteration”

image

Excel 2007

click icon Office button image kemudian pilih [Excel Options]. Pada tab [Formulas], check “Enable Iterative Calculation.

image

 

Mulai Iterasi

Pada Kolom G di cell G2, ketikkan

=F2+I2

PKPgross=PKPnett+PPH21

Copy formula ke bawah sehingga tabel menjadi :

image

Perhatikan Kolom J dan F, hasilnya harus sama.

Coba ganti gaji Xi A Lan menjadi Rp 9000000, maka excel secara otomatis menghitung kembali PKPgrossnya.

[XLS-SVY-004]:Membuat Grafik dan Menghitung Luas Cross Section dengan Excel Bagian #2

Filed under: Excel, Tukang Ukur — Tags: — cadex @ 03:29

 

Referensi : Bagian #1
Platform : Excel
Lokasi File :

Pada Bagian #1, informasi offset dan elevasi disajikan dalam format horisontal, maka pada bagian #2 ini informasi offset dan elevasi disajikan dalam format vertikal atau penambahan detail offset dan elevasi, bertambah ke bawah bukan ke samping. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa penambahan data dalam excel bisa ditampung lebih banyak jika tambah ke bawah bukan ke samping.

Conoh data yang akan dihitung luasnya adalah:

image

Bentuk cross section-nya dengan keterangan cut and fill Area :

image

Cara perhitungan DesignOffset dan DesignElvasi sudah diuraikan di Bagian #1

Tabulasi tahapan perhitungan area cut dan area fill adalah:

image

Masih menggunakan persamaan dasar garis lurus dan perpotongan garis:

y=mx+c persamaan garis <Rumus.1>
m=(y2-y1)/(x2-x1) rumus gradien (m) <Rumus.2>
c=y-mx konstanta garis (c) <Rumus.3>
xt=(c1-c2)/(m2-m1) perpotongan garis di x <Rumus.4>
Tahapan Perhitungan :
[T] dan [U] : menghitung gradien persamaan garis sepanjang polyline existing dengan Rumus.2 dan kontanta garis dengan Rumus.3
[V] : menghitung titik potong antara garis catch point kiri dan catch point kanan dengan persamaan garis sepanjang polyline existing <Rumus.4>
[W] dan [X] : menghitung gradien dan konstanta garis, sepanjang polyline design.
[Y] : menghitung titik potong antara polyline existing dan polyline design. Diambil dari kolom [AK]
[AK] : mengambil koordinat X dari range [AM:AP]
[AM2:AM3] : Gradien (m) dan kontanta garis (c) penggal garis pertama dari polyline design
[AM4:AM5] : koordinat X awal dan akhir penggal garis pertama dari polyline design
[AM7:AM16] : mencari titik potong penggal garis pertama dari polyline design dengan polyline existing. Titik potong yang dipilih adalah yang terletak di [AM4:AM5] dan [P7:Q7]
[AN:AP] : dengan cara yang sama seperti di atas, dicari titik potong polyline existing dan design
[Z] : hasil sorting titik potong [Y]
[AA] : menggabungkan koordinat titik potong [Z] dan [R]
[AB] : hasil sorting kolom [AA]
[AC] : mengambil koordinat X existing (offset existing) yang terletak di bawah garis polyline design
[AD] : hasil sorting kolom [AC]
[AE] : gabungan koordinat X (offset) existing dan design yang teletak di bawah garis polyline design
[AF] : hasil sorting kolom [AE]
[AG] : koordinat Y (elevasi) design, dihitung dengan <Rumus.1>
[AH] : koordinat Y (elevasi) existing.
[AI] : Perhitungan luas, dengan menggunakan rumus trapesium yaitu [Jumlah Garis Sejajar]x[0.5 Tinggi] 

[Jumlah Garis Sejajar]=Y2+Y1
[Tinggi]=X2-X1
Area=0.5*(Y2+Y1)*(X2-X1)

[Luas Cut atau Fill]=[Luas Trapesium Design]-[Luas Trapesium Existing]
jika hasilnya negatif, didapat Luas Cut, jika posisitf didapat Luas Fill

Detail rumus silahkan didownload filenya di sini

==selamat mencoba===

Theme: Shocking Blue Green. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.