coretan tentang autocad dan excel

October 30, 2010

[XLS-MAP-04]:Proyeksi Traverse Mercator di Excel

Filed under: Map — Tags: , — cadex @ 23:30
Referensi : Traverse Mercator dengan VBA
Platform : Excel
Lokasi File : download

Pada posting terdahulu, telah diuraikan tentang perhitungan proyeksi traverse mercator dengan menggunakan visual basic application for excel (macro). Dengan bantuan macro tersebut dapat dilakukan konversi koordinat lintang, bujur ke koordinat East (X) , North (Y) sesuai dengan datum dan yang dipilih.

Kali ini dicoba untuk mengkonversi kode visual basic yang ada ada di posting sebelumnya menjadi rumus atau formula di ‘named range’, sehingga akan dihasilkan hitungan sistem proyeksi traverse mercator tanpa menggunakan macro (visual basic application).

Yang juga membedakan dari posting sebelumnya adalah pada spreadsheet excel ditambahkan sheet baru yang berisi pilihan datum dan pilihan parameter proyeksi.

image

Dengan merubah pilihan di [C2], [C6], [C14] dan [C15], maka parameter yang lain akan otomatis terisi sesuai dengan tabel yang ada di sebelah kanan.

“Named Range” yang ada di sheet setting paramater adalah

No NamedRange Formula
1 a_ellips =$C3$
2 inv_f =$C$4
3 ScaleFactor =$C$9
4 FalseEast =$C$10
5 CentralMeridian =$C$16
6 FalseNorth =$C$17

Hal yang perlu diperhatikan saat mengkonversi kode visual basic ke named macro adalah “jangan memberi nama range (named range) dengan nama yang sama dengan nama cell”. Contoh ‘named range’ yang tidak diperbolehkan karena sama dengan nama cell adalah AB1, A1, C1, V12.

Berikut adalah hasil konversi visual basic ke named range:

No NamedRange Formula
1 Lr Lr=RADIANS(LATITUTE)
2 Lg Lg=RADIANS(LONGITUDE)
3 dB dB=RADIANS(CentralMeridian)
4 EF ef=1/inv_f
5 ep_2 ep_2 = 2 *e f -e f ^ 2
6 ep_4 ep_4 = power(ep_2,2)
7 ep_6 ep_6 = ep_4 * ep_2 atau ep_6=power(ep_2,3)
8 e_2 e_2 = ep_2 / (1 – ep_2)
9 TE TE = Tan(Lr) * Tan(Lr)
10 T_2 T_2 = TE* TE
11 CE CE = e_2 * Cos(Lr) * Cos(Lr)
12 CP_2 CP_2 = CE * CE
13 A_ A_ = (Lg – dB) * Cos(Lr)
14 MA MA = (1 – (ep_2 / 4) – (3 * ep_4 / 64) – (5 * ep_6 / 256)) * Lr
15 MB MB = ((3 * ep_2 / 8) + (3 * ep_4 / 32) + (45 * ep_6 / 1024)) * Sin(2 * Lr)
16 MC MC = ((15 * ep_4 / 256) + (45 * ep_6 / 1024)) * Sin(4 * Lr)
17 MD MD = (35 * ep_6 / 3072) * Sin(6 * Lr)
18 M_ M_ = a_ellips * (MA – MB + MC – MD)
19 v_ v_ = a_ellips / Sqrt(1 – e2 * Sin(Lr) * Sin(Lr))
20 AP_2 AP_2 = A_ * A_
21 AP_3 AP_3=power(A_,3)
22 AP_4 A4 = A3 * A atau Power(A_,4)
23 AP_5 A5 = A4 * A
24 AP_6 A6 = A5 * A
25 X_1 X_1 = (1 – TE + CE) * AP_3 / 6
26 X_2 X_2 = (5 – 18 * TE + T_2 + 72 * CE – 58 * e_2) * AP_5 / 120
27 X_ X_ = ScaleFactor * v_ * (A_ + X_1 + X_2)
28 Y_1 Y_1 = (5 – TE + 9 * CE + 4 * CP_2) * AP_4 / 24
29 Y_2 Y_2 = (61 – 58 * TE + T_2 + 600 * CE – 330 * e_2) * AP_6 / 720
30 Y_ Y_= ScaleFactor * (M_ + v_ * Tan(Lr) * (AP_2 / 2 + Y_1 + Y_2))
31 North North = FalseNorth + Y_
32 East East = FalseEast + X_

 Setelah semua ‘named range’ didefinisikan, contoh aplikasi diperhitungannya adalah sebagai berikut:

image

download spreadsheet click di sini

Selamat Mencoba…

October 25, 2010

[XLS-MAP-03]: Plotting List Koordinat dari Excel ke AutoCAD

Filed under: AutoCAD, Excel, Map — Tags: , — cadex @ 21:29

 

Referensi : import point dengan autolisp
Platform : Excel dan AutoCAD
Lokasi File : download

Pada awalnya saya ingin membuat program visual basic application yang ada di Autocad 2011 untuk menggambarkan lokasi titik-titik sesuai dengan list koordinat yang ada di excel. Tetapi saat saya menekan tombol Alt+F11 untuk mengaktifkan visual basic di AutoCAD 2011 muncul pesan “Microsoft Visual Basic for Application Software is no longer installed with AutoCAD”. Sebetulnya masih disupport oleh Autodesk, tetapi harus download dulu di sini.

Daripada download (sebetulnya pingin sih), saya coba cara lain dengan memanfaatkan program Microsoft Visual Basic for Application yang ada di Excel (Macro). Koneksi AutoCAD dan Excel bisa dilakukan dengan cara memilih ‘AutoCAD 2011 Type Library’ di pilihan References-VBA Project. Jika Anda menggunakan versi AutoCAD yang lain, pilihlah library dengan nama ‘AutoCAD xxxx Type Library’, dimana xxxx adalah versi AutoCAD yang sedang Anda gunakan. misal untuk AutoCAD 2010, maka librarynya adalah ‘AutoCAD 2010 Type Library’.

Contoh List Koordinat di Excel yang akan diplot di AutoCAD adalah :

image

Bujur akan diplot sebagai koordinat X, Lintang adalah koordinat Y dan  Elevasi adalah Z. Text Keterangan akan diplot sesuai dengan posisi titik tersebut (XYZ).

 

 

 

 

 

 

1. Buka file Excel yang berisi list koordinat Saat file excel sudah terbuka, pilih sheet yang berisi list koordinatnya, kemudian tekan Alt+F11 untuk mengaktifkan visual basic editor.
Dari Menu ‘Insert’ pilih ‘Module’
2. Jalankan program AutoCAD, tanpa menutup program Excel Jika diinginkan, pilih layer dan text style di AutoCAD.
3. Setting Reference ke AutoCAD Library pada visual basic editor, pilih menu ‘Tools’ kemudian ‘References’.
Pilih AutoCAD Library sesuai dengan versi AutoCAD yang aktif di pilihan available references. 

image
click OK jika library sudah dipilih.

4. Tulis Macro atau Visual basic di module Option Explicit
Sub PlotKeAutocad()
Dim rgKoordinat As Range

‘table list koordinat di sheet yang aktif
Set rgKoordinat = ActiveSheet.UsedRange
rgKoordinat.Select

Dim respon As Long
If MsgBox(“Pilihan Sudah Benar?”, vbYesNo) = vbNo Then Exit Sub

Dim c As Range, i As Integer, j As Integer
Dim lstKoord() As Double, lstDes() As String

‘membaca list koordinat dan nama titik dari excel
i = -1: j = -1
For Each c In rgKoordinat.Columns(1).Cells
If Application.IsNumber(c) Then
i = i + 3
j = j + 1
ReDim Preserve lstKoord(i)
lstKoord(i – 2) = c
lstKoord(i – 1) = c.Offset(, 1)
lstKoord(i) = c.Offset(, 2)

ReDim Preserve lstDes(j)
lstDes(j) = c.Offset(, 3)
End If
Next

‘koneksi ke autocad, program autocad harus sudah dijalankan
Dim appCAD As AcadApplication
On Error Resume Next
Set appCAD = GetObject(, “AutoCAD.Application”)
If Err.Number Then Exit Sub

Dim Koordinat(0 To 2) As Double
Const TinggiHuruf = 0.002 ‘rubah angka sesuai dengan tinggi huruf yang diinginkan
j = -1
For i = LBound(lstKoord) To UBound(lstKoord) Step 3
j = j + 1
Koordinat(0) = lstKoord(i)
Koordinat(1) = lstKoord(i + 1)
Koordinat(2) = lstKoord(i + 2)
With appCAD.ActiveDocument.ModelSpace
.AddPoint Koordinat ‘plot koordinat
.AddText lstDes(j), Koordinat, TinggiHuruf
End With
Next i

appCAD.ZoomExtents
AppActivate appCAD.Caption
Set appCAD = Nothing
End Sub

5. Menjalankan Program atau Macro Kembali ke sheet list koordinat.
Tekan Alt+F8, kemudian pilih macro PlotKeAutocad , kemudian click Run
6. Check di AutoCAD, apakah titik2 tersebut sudah benar possisinya?

June 6, 2010

[CAD-MAP-10]: Update Text dari Excel ke Autocad Map (Bagian #2)

Filed under: Civil3D, Excel, Map — cadex @ 02:04
Referensi : Bagian #1
Platform : Civil 3D 2008 dan Excel 2003
Lokasi File :

Sambungan dari Bagian #1

9. Membuat Annotation

Dari menu ‘Map’, pilih ‘Annotation’, kemudian ‘Define Annotation Template’. Pada kotak dialog ‘Define Annotation Template’ cick ‘New’. Masukkan nama annotation, misal ‘PS’, kemudian click OK.

Muncul icon image di block editor. Click icon paling kiri, kemudian tekan ENTER untuk membuat annotation baru.

image Kita akan menambahkan informasi : Type, Diameter, dan Status  yang diambil dari data Link Template di bawah text PS_ID.

Setting type :

Click tombol di kanan isian Value.

image

Pilih Type di bawah link template dbPS dalam group link templates, kemudian click OK.

Masukkan nama Attribute Tagnya misal “Type”

Tempatkan Tag tersebut di gambar.

Ulangi langkah tersebut untuk Diameter dan Status dengan Tag yang berbeda.

Sehingga tampilan di pada block editor menjadi:

image Tambah TEXT di sebelah kiri tags,  kemudian diputar 90 derajat. Diputar 90 derajat,  karena disesuaikan dengan rotasi text PS_ID

Click base ‘Base Point Parameter’

Letakkan base point di sebelah kiri text “Type” sehingga tampilannya menjadi:

image

Tutup ‘Block Editor’ dan jangan lupa di save.

10. Insert Annotation ke AutoCAD.

Proses insert annotation ke gambar, melalui menu Map>>Annotation>>Insert Annotation

Kemudian muncul prompt memilih text yang telah di linked dengan link template.  Proses pemilihan ini akan lama  atau malah menjengkelkan jika obyek yang akan kita dipilih jumlahnya relatif banyak misal lebih dari 10 TEXT.

Untuk menghindari pemilihan yang membosankan sebaiknya obyek yang akan dilinked,  sebaiknya dibuat di layer terpisah. Pada contoh ini text PS_ID digambar di layer TEXT.

Dengan fasilitas qselect (quick select), kita bisa memilih dengan cepat berdasarkan layer, object dll.

Ketik qselect di command: kemudian Enter

Lakukan setting seperti gambar di bawah:

image

Click OK, jika selesai.

Dari menu Map>>Annotation>>Insert Annotation

Pilih Annotation Template ‘PS’, kemudian click tombol ‘Insert’

Text setelah diupdate menjadi:

image

(00=[]=00) Selamat mencoba….

June 5, 2010

[CAD-MAP-10]: Update Text dari Excel ke Autocad Map (Bagian #1)

Filed under: Civil3D, Excel, Map — cadex @ 23:41
Referensi :
Platform : AutoCAD MAP atau civil 3D min versi 2008 dan Excel 2003
Lokasi File :

Awalnya saya melihat drafter sedang menambahkan text di AutoCAD dengan acuan data yang telah tersusun di Excel. Update text harus sesuai dengan informasi dalam tabel excel dengan acuan Kode Pipe Support (PS) yang telah ditulis di Excel maupun di AutoCAD. List data di excel ada sekitar 500 ribuan kode PS yang harus dituliskan di AutoCAD. Tentunya hal ini akan sangat lama kalo dilakukan secara manual.

Berikut gambaran pekerjaan yang diambil dari sebagian data dan penyederhanaan tabel di excel.

image

Gambar kiri atas adalah gambar autocad yang diupdate sesuai dengan list table di excel yang ada di gambar kanan bawah. Informasi Type PS (TYPE), Diameter (DIA) dan Status (STATUS) akan ditambahkan di sebelah kanan tulisan Kode PS.

Proses update ini bisa dilakukan secara otomatis dengan menggunakan fasilitas annotation. Tulisan tentang manfaat lain dari annotation bisa di lihat http://cadex.wordpress.com/2009/11/26/cad-map-09-mencoba-annotation-scale-di-autocad/

Berikut langkah-langkahnya:

1. Membuat Named Range di Excel sebagai tabel database

image

Blok atau pilih range di excel mulai dari A1:D8

Masih dalam range terpilih, tulis nama tabelnya di daerah yang ditandai kotak merah. Pada contoh di samping nama tabelnya adalah dbPS

Save, kemudian tutup file excelnya.

 

 

2. Buka file autocad yang akan di update. INGAT!! program AutoCAD nya sebaiknya adalah Civil 3D atau AutoCAD Map. Saya belum pernah mencoba dengan AutoCAD biasa.

3. Jika Worspace Map (Task Pane Map) belum aktif, aktifkan workspace Map dengan mengetik di command: mapwspace

4. Pada ‘Task Pane’ AutoCAD Map, pilih Tab ‘Map Explorer’

image

5. Setting data source connection ke file excel.

Buka Windows Explorer, kemudian drag file excel ke ‘Task Pane’ AutoCAD Map.

image

 

6. Membuat ‘Link Template’

Click kanan tabel dbPS di group ‘Data Sources’ pada ‘Task Pane’ AutoCAD MAP, kemudian pilih ‘Define Link template’

Pada kotak dialog ‘Define Link Template’ check / pilih kolom ‘Key’ pada baris PS_ID

image

Kemudian click OK. Check folder (group) ‘Link Templates’, akan ditambahkan ‘Link Template’ baru bernama dbPS.

7. Membuat Link PS_ID di ‘Link Template’ ke Text PS_ID di autoCAD.

Click kanan link template dbPS di bawah group ‘Link Templates’, kemudian pilih ‘Generate Links…’

image

Lakukan setting seperti gambar di atas, kemudian click OK

Kemudian pilih Object TEXT yang akan di Link ke database.

Jika proses link selesai akan muncul pesan :

Command: _ADEGENLINK

Text objects to generate from: [Select/All]<All>: s
7 found

7 object(s) to process.
Checking unresolved links 7…done.
Processing 7…done. 7 links created.
Command:

8. Check Hasil Links yang sudah dibuat.

Double click template dbPS di bawah group ‘Link Templates’, kemudian pilih ‘Generate Links…’

Pada table ‘Data View’ di menu ‘Highlight’ pilih ‘AutoHighlight’, ‘AutoZoom’, ‘AutoSelect’ dan ‘Zoom Scale’. Set zoom scale ke 10 atau terserah Anda. Makin besar nilainya, maka makin jelas tinggi zoom levelnya.

image

Jika baris di dataview dipilih, maka otomatis text di AutoCAD akan terpilih dan ter-zoom ke lokasi yang sesuai dengan PS_ID.

==bersambung==

April 4, 2010

[XLS-MAP-02]: Rumus Proyeksi Traverse Mercator dengan VBA Excel (Macro)

Filed under: Excel, Map — Tags: — cadex @ 23:55
Referensi : Dulu saya ambil dari sini tapi sekarang kok sdh nggak ada.
Platform : Excel
Lokasi File : ada di sini

Saat pertama kali menulis  program ini pada 21 April 2006, tujuannya adalah membuat UDF (User Defined Function) di excel untuk memproyeksi koordinat Lintang Bujur ke North, East dan sebaliknya dari beberapa macam datum dan type sistem proyeksi.

Sampai saat ini baru sampai pada sistem proyeksi traverse mercator, mungkin dari rekan2 sekalian ingin mengembangkan lebih lanjut silahkan.

Pada file excel terlampir dalam project VBA terdapat satu module “mdlProjection” dan satu class “clsTranverseMercator”.

image

mdlProjection berisi fungsi untuk mendefinisikan parameter transformasi seperti :

Dim FalseEasting As Double, FalseNorthing As Double
Dim k0 As Double, a_ellips As Double, inv_f As Double
Dim LebarZone As Double

Sedangkan clsTranverseMercator berisi fungsi-fungsi  proyeksi koordinat dalam Metode TraverseMercator dengang input atau masukan parameter dari module “mslProjectin”

Kode yang ada di “clsTransverseMercator”:

Option Explicit
Function GetCentralMeridian(Bujur As Double, ByVal WidthZone As Double) As Double
GetCentralMeridian = WidthZone * (Int(Bujur / WidthZone) + 0.5)
End Function

Function DegreeToRadian(AngleDegree As Double) As Double
Dim Phi As Double
Phi = 4 * Atn(1)
DegreeToRadian = AngleDegree * Phi / 180
End Function
Function RadianToDegree(AngleRadian As Double) As Double
Dim Phi As Double
Phi = 4 * Atn(1)
RadianToDegree = AngleRadian * 180 / Phi
End Function

Sengaja dalam fungsi konversi degree ke radian atau sebaliknya tidak menggunakan fungsi bawaan excel =DEGREES() atau =RADIANS() karena apabila program ini dipakai atau dicopy ke visual basic yang bukan excel masih bisa berfungsi.

Fungsi untuk memproyeksi Lintang Bujur ke North, East

Sub TransverseMercator( _
CentralMeridian As Double, LATITUDE As Double, LONGITUDE As Double, _
ScaleFactor As Double, a_ellips As Double, inv_f As Double, _
FalseEast As Double, FalseNorth As Double, _
North As Double, East As Double)

Dim Lr As Double, Lg As Double ‘Lr:Latitude in radian,Lg:Longitude in Radian
Dim dB As Double ‘dB:central meridian in radian
Lr = DegreeToRadian(LATITUDE)
Lg = DegreeToRadian(LONGITUDE)
dB = DegreeToRadian(CentralMeridian)
Dim f As Double, e2 As Double, e4 As Double, e6 As Double
Dim e_2 As Double
f = 1 / inv_f
e2 = 2 * f – f ^ 2: e4 = e2 * e2: e6 = e4 * e2
e_2 = e2 / (1 – e2)

Dim T As Double, C As Double, A As Double, M As Double
Dim T2 As Double, C2 As Double, v As Double
T = Tan(Lr) * Tan(Lr)
T2 = T * T
C = e_2 * Cos(Lr) * Cos(Lr)
C2 = C * C
A = (Lg – dB) * Cos(Lr)

Dim MA As Double, MB As Double, MC As Double, MD As Double
MA = (1 – (e2 / 4) – (3 * e4 / 64) – (5 * e6 / 256)) * Lr
MB = ((3 * e2 / 8) + (3 * e4 / 32) + (45 * e6 / 1024)) * Sin(2 * Lr)
MC = ((15 * e4 / 256) + (45 * e6 / 1024)) * Sin(4 * Lr)
MD = (35 * e6 / 3072) * Sin(6 * Lr)
M = a_ellips * (MA – MB + MC – MD)
v = a_ellips / Sqr(1 – e2 * Sin(Lr) * Sin(Lr))

Dim A2 As Double, A3 As Double, A4 As Double, A5 As Double, A6 As Double
Dim X As Double, Y As Double
Dim X1 As Double, X2 As Double
Dim Y1 As Double, Y2 As Double
A2 = A * A
A3 = A2 * A
A4 = A3 * A
A5 = A4 * A
A6 = A5 * A
X1 = (1 – T + C) * A3 / 6
X2 = (5 – 18 * T + T2 + 72 * C – 58 * e_2) * A5 / 120
X = ScaleFactor * v * (A + X1 + X2)
Y1 = (5 – T + 9 * C + 4 * C2) * A4 / 24
Y2 = (61 – 58 * T + T2 + 600 * C – 330 * e_2) * A6 / 720

Y = ScaleFactor * (M + v * Tan(Lr) * (A2 / 2 + Y1 + Y2))

North = FalseNorth + Y
East = FalseEast + X
End Sub

Fungsi untuk memproyeksikan North, East ke Lintang, Bujur adalah:

Sub InversTransverseMercator(CentralMeridian As Double, LATITUDE As Double, LONGITUDE As Double, _
ScaleFactor As Double, a_ellips As Double, inv_f As Double, _
FalseEast As Double, FalseNorth As Double, _
North As Double, East As Double)
Dim f As Double, e2 As Double, e4 As Double, e6 As Double
f = 1 / inv_f
e2 = 2 * f – f ^ 2
e4 = e2 * e2
e6 = e4 * e2
Dim M1 As Double, MiuA As Double, Miu As Double
M1 = (North – FalseNorth) / ScaleFactor
MiuA = 1 – e2 / 4 – (3 * e4) / 64 – (5 * e6) / 256
Miu = M1 / (a_ellips * MiuA)
Dim e_ As Double, e_2 As Double, e_3 As Double, e_4 As Double
e_ = (1 – Sqr(1 – e2)) / (1 + Sqr(1 – e2))
e_2 = e_ * e_
e_3 = e_2 * e_
e_4 = e_3 * e_
Dim Lf As Double, LfA As Double, LfB As Double, LfC As Double, LfD As Double
LfA = ((3 * e_ / 2) – (27 * e_3 / 32)) * Sin(2 * Miu)
LfB = ((21 * e_2 / 16) – (55 * e_4 / 32)) * Sin(4 * Miu)
LfC = ((151 * e_3 / 96)) * Sin(6 * Miu)
LfD = ((1097 * e_4 / 512)) * Sin(8 * Miu)
Lf = Miu + LfA + LfB + LfC + LfD

Dim v_ As Double, p_ As Double
v_ = a_ellips / Sqr(1 – e2 * Sin(Lf) * Sin(Lf))
p_ = a_ellips * (1 – e2) / ((1 – e2 * Sin(Lf) * Sin(Lf)) ^ 1.5)
Dim T_ As Double, C_ As Double, D As Double, e_a2 As Double, T_2 As Double
T_ = Tan(Lf) * Tan(Lf)
e_a2 = e2 / (1 – e2)
C_ = e_a2 * Cos(Lf) * Cos(Lf)
D = (East – FalseEast) / (v_ * ScaleFactor)
T_2 = T_ * T_

Dim D2 As Double, D3 As Double, D4 As Double, D5 As Double, D6 As Double
D2 = D * D
D3 = D2 * D
D4 = D3 * D
D5 = D4 * D
D6 = D5 * D
Dim C_2 As Double
C_2 = C_ * C_
Dim LatitudeA As Double, LatitudeB As Double, LatitudeC As Double
LatitudeA = D2 / 2
LatitudeB = (5 + 3 * T_ + 10 * C_ – 4 * C_2 – 9 * e_a2) * D4 / 24
LatitudeC = (61 + 90 * T_ + 298 * C_ + 45 * T_2 – 252 * e_a2 – 3 * C_2) * D6 / 720
Dim Lr As Double
Lr = Lf – v_ * Tan(Lf) * (LatitudeA – LatitudeB + LatitudeC) / p_
LATITUDE = RadianToDegree(Lr)
Dim LongA As Double, LongB As Double, Lg As Double, dB As Double
LongA = (1 + 2 * T_ + C_) * D3 / 6
LongB = (5 – 2 * C_ + 28 * T_ – 3 * C_2 + 8 * e_a2 + 24 * T_2) * D5 / 120

dB = DegreeToRadian(CentralMeridian)
Lg = dB + (D – LongA + LongB) / Cos(Lf)

LONGITUDE = RadianToDegree(Lg)

End Sub

Contoh penggunaan kedua fungsi tersebut, silahkan buka file terlampir

“semoga bermanfaat”

April 16, 2009

[CAD-CIV-01]: Proyeksi Peta Lintang-Bujur ke UTM di Civil 3D

Filed under: Civil3D, Map, Tukang Ukur — cadex @ 09:40
Referensi :
Platform : Civil 3D 2009, Excel
Lokasi File : click di sini

Hasil GPS Network Adjustment, didapat list koordinat sebagai berikut:

image

Nilai di kolom L dan M adalah hasil proyeksi koordinat geografis (Lintang, Bujur) dengan software Trimble Total Control 2.73. Nilai proyeksi hasil hitungan software ini dipakai acuan.

Dengan menggunakan Autodesk Civil 3D, akan dibandingkah hasil hitungan proyeksinya terhadap koordinat acuan.

Salah satu cara proses proyeksi koordinat di Civil 3D adalah menggunakan fasilitas ‘Import Points’, cara lainnya adalah dengan menggunakan ‘Query Attached Drawings’ di group menu ‘Map’. Tulisan ini akan diuraikan cara proyeksi menggunakan ‘Import Points’.

Langkah-langkah:

1. Memodifikasi dan membuat file text (ascii) yang akan diimport ke Civil 3D

2. Membuat file autocad (drawing) dengan setting satuan metric

3. Membuat ‘File Point Formats” baru

4. Proses Import Points dan Proyeksi

5. Export Hasil Proyeksi ke file.

1. Memodifikasi dan membuat file text (ascii)

Masih di program excel, buat table baru :

image

karena lokasi koordinat terletak di selatan equator, maka untuk nilai lintang diberi tanda negatif.

Untuk membuat file ascii dari excel:

1.1. Block atau pilih range O4:V11, masih dalam kondisi range terpilih, ‘click kanan’ pilih ‘copy.’

1.2. Jalankan program Notepad, kemudian ‘paste’ (Ctrl+V) file yang telah dicopy dari excel ke Notepad.

image

seperti terlihat di notepad, bahwa informasi tiap kolom dipisahkan dengan space (space delimeted) dengan urutan:

pntNumber LintangDerajat LintangMenit LintangDetik BujurDerajat BujurMenit BujurDetik Description

Simpan file ke folder yang diinginkan dengan extensi *.txt misal ‘LatLong.txt’

2. Membuat file Autocad Civil 3D dengan satuan metric.

Jalankan program Civil 3D, tunggu sampai ‘Toolspace Civil 3D’ muncul. Jika ‘Tool Space Civil 3D’ tidak muncul, aktifkan dengan memilih item ‘Toolspace” pada menu ‘General’.

image Pada list drawing templates, pilih

_AutoCAD Civil 3D (metric) NCS Extended

click kanan, kemudian click Create New Drawings.

Simpan file AutoCAD ke folder yang diingankan, dengan nama file misalnya ‘proUTM.dwg’

Dengan menggunakan rumus Excel, lokasi yang akan diproyeksikan lintang bujurnya adalah terleletak di Zone 48S.

File AutoCAD juga harus diset agar terletak di zone 48S

image

Cara setting Zone di Civil 3D adalah:

Pada civil 3D toolspace, pilih Tab setting, kemudian ikuti langkah-langkah seperti gambar di samping.

image

Pada Categories, pilih ‘UTM, WGS84 Datum’

kemudian pada  Available Coordinates System, pilih :

UTM-WGS 1984 datum, Zone 48 South, Meter; Cent. Meridian 105d E

click ‘Apply’ disusul dengan ‘OK’ untuk menyimpan dan menutup drawings settings.

3. Membuat ‘File Point Formats” baru.

Pilih tab ‘Prospector’ pada civil 3D toolspace. Kemudian pada icon ‘Points’, click kanan kemudian pilih ‘Create..’

Ikuti Langkah seperti di bawah ini:

image

Membuat format file baru dengan urutan kolom sesuai input file yaitu:

Point Number Degree-Latitude Minutes-Latitude Second-Latitude Degree-Longitude Minutes-Longitude Second-Longitude Raw Description

image

Format file baru misalnya dinamai : “PntLatLongDesc”, kemudian click OK

Close, semua kotak dialog hingga sampai ke kotak dialog ‘Import Points’.

Saat di kotak dialog ‘Import Points” Click icon image , kemudian pilih file yang akan diimport (LatLong.txt), akhiri dengan clik tombol OK.

Jika tidak ada error, maka proses proyeksi sudah berjalan…

dari menu civil 3D ‘Points..’, pilih ‘List Points…’

image

Pada kolom Easting dan Northing, terlihat bahwa koordinat sudah terproyeksi ke UTM

5. Export Hasil Proyeksi ke file

Pilih ‘Export Point…’ pada menu civil 3D, untuk melakukan export points yang sudah di proyeksikan.

6. Hasil Perbandingan

Hasil perbandingan antara hasil hitungan civil 3D dengan koordinat acuan adalah

image

ternyata perbedaan koordinat antara hasil hitungan civil 3D dan koordinat acuan di bawah 3 milimeter.

April 15, 2009

[XLS-MAP-01]: Rumus Excel untuk Mencari Zone UTM dan TM3

Filed under: Map, Tukang Ukur — cadex @ 17:15
Referensi : Gambar diambil dari http://www.dmap.co.uk/utmworld.htm
Platform : Excel
Lokasi File : File excel click di sini

Pembagian zone UTM :

image

Rumus yang akan diuraikan di tulisan ini tidak berlaku untuk zone utm nomer 31 s/d 33, 35 dan 37 yang terletak di 56 s/d 84 Lintang Utara. Seperti terlihat di gambar untuk daerah tersebut, lebar zone nya tidak sama dengan 6 derajat.

Contoh spreadsheet hitungan yang dipakai adalah :

image

rumus di F46=C46+(D46/60)+(E46/3600); F47=C47+(D47/60)+(E47/3600), sehingga Lintang dalam unit desimal degree ada di F46 dan untuk Bujur ada di F47.

Cell H46, isikan “S” jika daerah yang akan dicari zonenya ada di Lintang Selatan dan isikan “N” jika ada di lintang utara. Huruf ‘S’ dan ‘N’ harus ditulis dalam huruf BESAR.

Cell H47, isikan “E” jika terletak di Bujur Timur dan “W” jika ada di bujur barat. ‘E’ atau ‘W” harus ditulis dalam huruf BESAR.

A. Hitungan untuk Zone UTM

image

Dari gambar di atas, untuk perhitungan zone UTM di daerah Bujur Timur dapat ditentukan dengan rumus

ZoneUTM= INT(Bujur/6)+31, sedangkan untuk Bujur Barat, ZoneUTM= 30-INT(Bujur/6)

Apabila rumus untuk bujur barat dan bujur timur digabung, maka rumus ZoneUTM di excel adalah

I47=IF(F47=0,0,IF(H47=”E”,INT(F47/6)+31,30-INT(F47/6)))

Keterangan:

IF(F47=0,0 —> jika F47 atau kolom bujur sama dengan nol, maka zone=0

IF(H47=”E”,INT(F47/6)+31 —> rumus untuk Bujur Timur

30-INT(F47/6) —> rumus untuk Bujur Barat

B. Hitungan untuk Zone TM3

Zone TM3 didapat dengan menambahkan nilai 0.1 atau 0.2 ke Zone UTM. Untuk lokasi yang terletak di sebelah kiri Bujur Tengah TM3 ditambah 0.1, sedangkan untuk yang kanan ditambah dengan 0.2.

Bujur Tengah TM3 (BT_TM3) untuk lokasi di Bujur Timur didapat dengan rumus BT_TM3=(I47-31)*6+3, sedangkan untuk Bujur Barat BT_TM3=(30-I47)*6+3.

Rumus dalam contoh spreadsheet untuk perhitungan  Zone TM3:

J47=I47+IF(H47=”E”,IF(F47<(I47-31)*6+3,0.1,0.2),IF(I47<(30-I47)*6+3,0.1,0.2))

Keterangan:

I47 —> Zone UTM

F47 —> Bujur

(I47-31)*6+3 —> Bujur Tengah untuk lokasi Bujur Timur

+IF(H47=”E”,IF(F47<(I47-31)*6+3,0.1,0.2) —> Jika Terletak di Bujur Timur, dan Bujur<Bujur Tengah, maka ZoneTM3=ZoneUTM+0.1, jika Bujur>Bujur Tengah, maka  Zone TM3=ZoneUTM+0.2

IF(I47<(30-I47)*6+3,0.1,0.2)) —> Jika Terletak di Bujur Barat

Jika ingin diringkas lagi, rumur Zone TM3 dapat ditulis

J47=I47+IF((H47=”E”)*(F47<(I47-31)*6+3),0.1,IF(I47<(30-I47)*6+3,0.1,0.2))

‘–selamat mencoba–’

« Newer Posts

The Shocking Blue Green Theme Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 772 other followers