coretan tentang autocad dan excel

November 2, 2013

[XLS-SVY-05]: Form Excel untuk Perhitungan Pasut dengan Hitung Kwadrat Terkecil

Filed under: Excel, Tukang Ukur — Tags: , , — cadex @ 09:06
Referensi : [XLS-SVY-01]: Prediksi Pasut dengan VBA Excel
Platform : Excel
Lokasi File : download rev-2
download rev-3

Pada post [XLS-SVY-01]: Prediksi Pasut dengan VBA Excel telah dijelaskan teori perhitungan pasang surut metode least square dengan vba excel.

Kali ini akan diuraikan tahapan pengisian pada form excel yang sudah ada program macro (vba) untuk perhitungan prediksi pasang surut (Tidal Prediction)

1. Jalankan file Excel, kemudian set security level ke ‘medium’.
Untuk excel 2003, click menu ‘Tool2’>>’Macro’>>’Security’
Pilih Security ‘Medium’. Untuk excel yang lain silahkan di cari di menu help atau bisa dicari lewat om google.
2. download rev-2 (excel 2003) formnya, kemudian extract zip filenya
3. Setelah buka file hasil download tersebut. Saat ada konfirmasi macro, click ‘Enable Macros
4. Dalam form tersebut sudah ada contoh data hasil pengamatan pasang surut selama 29 hari (1-29 Maret 2008) dengan interval bacaan pada peil scale (rambu ukur) pasang surut tiap 1 jam
Bacaan rambu ukur, dimasukkan dalam satuan meter.
Data ini bisa diganti jumlah harinya, asalkan interval pengamatan adalah 1 (satu) jam

Bagian-bagian dari form perhitungan atau prediksi pasut:

pasut

Urutan pengisian adalah:

1. Isikan informasi lokasi pengamatan, jenis alat yang dipakai dan unit pengukuran di area nomer 1
2. Area Nomer 2 :
-Masukkan di cell [B10] tanggal awal pengamatan.
-Isikan bacaan pengamatan rambu ukur tiap jam di [C10:Z10] dari jam 0:00 sampai jam 23:00
-Isikan pengamatan di tanggal berikutnya di hari ke-2 sampai hari ke-29 sehingga didapat data pengamatan pasang surut sebanyal 29 hari x 24 bacaan/hari = 696 bacaan
3. Tekan Ctr+r sehingga muncul:
image

[$C$10:$Z$38]: Data pengamatan pasang surut
[$G$67:$G$75]: Periode untuk masing-masing 9 konstituent.
kemudian click ‘OK’

4. Hasil perhitungan di Area nomer 4:
image
5. Grafik di Area nomer 5 akan terbentuk secara otomatis. Grafik ini terdiri dari 4 Series yaitu:
1. Posisi Mean Sea Level
2. Actual Pengamatan Pasang Surut
3. Prediksi Pasang Surut berdasarkan rumus harmonic dengan 9 parameters (9 konstituent)
4. Grafik beda elevasi antar hasil hitungan (prediksi) dan actual
6. Tabel di area nomer 6:
image

Update 15 November 2012:

Untuk memfasilitasi pengunjung yang menginginkan hitungan untuk data pengamatan 15hari, silahkan di download rev-2.

Cara penggunaannya sama dengan sebelumnya, hanya saja yang membedakan adalah pilihan blok data pasutnya menjadi [$C$10:$Z$24]. Dengan cara yang sama pula silahkan dicoba jika datanya lebih dari 29 hari.

Mohon tanggapannya jika ada error atau salah hitung

 

Update 1 September 2012:

Revisi terbaru (download rev-3) menggunakan macro di excel 2007. Pada versi ini data input dan output dimasukkan dalam sheet yang berbeda.

Sheet [Input] hanya berisi informasi data pengukuran elevasi dan informasi pendukung lainnya seperti lokasi pengamatan.

image

Sheet [Calculation] ada tambahan tombol [Calculate] untuk memulai menghitung setelah data dimasukkan secara lengkap di sheet [Input]

image

Tampilan grafik dirubah sedikit dengan menampilkan label Mean Sea Level (MSL) dan label deviasi antara harga perhitungan dan pengamatan yang mempunyai deviasi terbesar.

image

==selamat mencoba==

May 29, 2013

[XLS-SVY-21]: Menampilkan Cross Section 3D dengan Chart Excel

Filed under: Excel, Tukang Ukur — Tags: , — cadex @ 09:06

 

Referensi :  
Platform : Excel 2007
Lokasi file : download

Sebenarnya di Excel sudah menyediakan type "Surface Chart" yang bisa menampilkan grafik dengan data input 3 dimensi (XYZ) termasuk kemampuan untuk merubah properties sudut putarnya. Surface Chart bisa menampilkan grafik atau surface 3D jika nilai data X dan Y mempunyai nilai increment yang tetap atau dengan sistem grid karena dalam Surface Chart X dan Y tidak ditampilkan sebagai data numeric sehingga bukan nilai actual X dan Y itu sendiri.

Berikut contoh input data untuk Surface Chart dan tampilan hasilnya dalam chart:

image

Data di atas mempunyai nilai X dan Y yang tetap.

Untuk menampilkan data cross section dimana data X dan Y nya tidak teratur, seharusnya ada type chart tambahan yaitu 3D XYZ (scattered) tetapi sampai saat ini saya belum menemukan type chart yang dimaksud. Agar tampilan cross section 2D dapat ditampilkan 3D, maka data XYZ cross section dimanipulasi dengan matrik rotasi kemudian diplotkan di grafik XY (Scattered).

Format data cross section yang dipakai untuk simulasi ini adalah sama dengan data yang pernah dibahas di posting [XLS-SVY-007]: Plotting Cross Section dari Excel ke AutoCAD dan [XLS-SVY-13]: Plotting Cross Section dari Excel ke AutoCAD Versi 1.1. Dalam contoh cross section terlampir terdapat 3 buah cross section 2D yang akan diplot menjadi cross 3D. Nilai koordinat X diambil dari nama station dalam bentuk numeric. Misal untuk station 0+000 dan 100+000, maka koordinat X nya berturut-turut adalah 0 dan 100. Sedangkan koordinat Y mengacu jarak dari centerline atau offset dan nilai Z mengacu ke elevasi.

Berikut adalah cuplikan data yang dimaksud berikut dengan Chart 2D :

Station/Sheet Data & Chart 2D
0 image
50 image
100 image

Tampilan data dan 3D cross :

image

Semua proses pembentukan tabel dan perhitungan menggunakan fungsi formula excel tanpa menggunakan macro.

Uratan perhitungan adalah sebagai berikut:

1. Menghitung jumlah record dari sheet yang akan ditamplikan di chart 3D   image
 

[A3:A5]

List nama sheet dari masing-masing data 2D cross section. Diisi dengan numeric

  [B3] =COUNT(INDIRECT("’"&A3&"’!B1:B300"))
menghitung jumlah record di sheet A3. Maksimal record 300
Copy rumus [B3] ke bawah untuk menghitung record di sheet lainnya
  [C3:C5] cell bantu untuk menunjukkan lokasi perpindahan cross di table baru. Tabel baru adalah tabel gabungan dari beberapa data cross
  [B1] =SUM(B3:B5)
jumlah record di tabel baru
  [C1] =COUNT(A3:A50)
jumlah sheet yang akan ditampilkan
2. Menggabungkan record dalam satu tabel baru   image[E3]=IF(ROWS($E$2:E2)<=$B$1,ROWS($E$2:E2))
[F3]=LOOKUP(E3,$C$3:$C$5,$A$3:$A$5)
[G3]=OFFSET(INDIRECT("’"&$F3&"’!$B$1"),COUNTIF($F$3:$F3,$F3),)
[H3]=OFFSET(INDIRECT("’"&$F3&"’!$c$1"),COUNTIF($F$3:$F3,$F3),)

[E3] membuat nomer urut record di tabel baru. Bernilai FALSE jika nomer urut melebihi dari hitungan jumlah record di $B$1
[F3] menampilkan angka STA (koordinat X), berdasarkan cell bantu di cell [$C$3:$C$5]
[G3] menambil nilai offset (Y) dari berdasarkan nama sheet di cell [F3]
[H3] menambil nilai offset (Z) dari berdasarkan nama sheet di cell [F3]
copy rumus [E3:H3] ke bawah sampai nilai di [E3]=FALSE

3. Setting Matriks Rotasi   image
  [K3],[K4] dan [K5] Masukkan sudut rotasi dalam satuan derajat
  [L3] =RADIANS(K3)
  [L4] =RADIANS(K4)
  [L5] =RADIANS(K5)
    Buat "Named Range" rx, ry dan rz yang mengacu ke range [L3], [L4] dan [L5]
  [J9] =COS(ry)*COS(rz)
  [J10] =-COS(ry)*SIN(rz)
  [J11] =SIN(ry)
     
  [K9] =COS(rx)*SIN(rz)+SIN(rx)*SIN(ry)*COS(rz)
  [K10] =COS(rx)*COS(rz)-SIN(rx)*SIN(ry)*SIN(rz)
  [K11] =-SIN(rx)*COS(ry)
     
  [L9] =SIN(rx)*SIN(rz)-COS(rx)*SIN(ry)*COS(rz)
  [L10] =SIN(rx)*COS(rz)+COS(rx)*SIN(ry)*SIN(rz)
  [L11] =COS(rx)*COS(ry)
4. Perkalian Matrix Asal dengan Matrix Rotasi   Matrix Asal adalah matrix yang dibentuk dari tabel baru dengan mangambil nilai X,Y dan Z. Jumlah baris di matrix adalah=banyaknya record=[B1], sedangkan jumlah kolomnya=3. Dari contoh di atas, Matrix asalah adalah dimulai dari F3, dengan jumlah baris sebanyak B1 ke bawah dan lebar ke kanan 3 kolom atau kalo dinyatakan dalam rumus excel adalah =OFFSET($F$3,,,$B$1,3).
Formula bawah ini named range dan formula yang dipakai untuk perhitungan perkalian matrix:
  _3dCross =OFFSET($F$3,,,$B$1,3)
matrix asal
  _2DPlot =MMULT(_3dCross,TRANSPOSE($J$9:$L$10))
perkalian matrix asal ke matrix rotasi. Hasil dari perkalian ini adalah matrix dengan dimensi (n x 2), n= jumlah record dan 2 adalah absis x dan y yang akan diplot di chart 2D xy scattered
5. Setting series untuk chart XY Scattered _x =OFFSET($F$3,,,$B$1)
  _sta =OFFSET($A$3,,,$C$1)
  _xPlot =INDEX(_2DPlot,,1)
  _yPlot =INDEX(_2DPlot,,2)
  __x1 =IF(_x=INDEX(_sta,1),_xPlot,NA())
  __x2 =IF(_x=INDEX(_sta,2),_xPlot,NA())
  __x3 =IF(_x=INDEX(_sta,3),_xPlot,NA())
  __y1 =IF(_x=INDEX(_sta,1),_yPlot,NA())
  __y2 =IF(_x=INDEX(_sta,2),_yPlot,NA())
  __y3 =IF(_x=INDEX(_sta,3),_yPlot,NA())

Rangkuman named range yang dipakai dalam perhitungan dan chart adalah

image

Untuk setting chart dan bentuk box, silahkan dipelajari lebih lanjut dari file terlampir.

==selamat mencoba==

May 28, 2013

[XLS-SVY-02]: Catatan Rumus Excel untuk Juru Ukur (Bagian #1)

Filed under: Excel, Tukang Ukur — Tags: — cadex @ 12:04
Referensi :  
Platform : Microsoft Excel
Lokasi File :  

Note: Semua rumus yang dipakai menggunakan setting microsoft excel pemisah desimal adalah titik "."

Konversi sudut

1. Radian(misal di A1) ke Derajat =DEGREES(A1)

2. Derajat(misal di B1) ke Radian =RADIANS(B1)

3. Derajat (misal di C8) ke Derajat-Menit-Detik

Derajat =TRUNC(C8)

Menit =TRUNC((C8-TRUNC(C8))*60)

Detik =3600*(C8-TRUNC(C8))-60*TRUNC((C8-TRUNC(C8))*60)

3.a. Derajat-Menit-Detik ke Desimal

Misal nilai derajat, menit dan detik disimpan masing-masing di A1, B1, dan C1 dan hasil konversi ke desimal adalah di D1, maka rumus konevrsinya adalah

D1=A1+B1/60+B1/3600 atau D1=SUMPRODUCT(A1:C1/{1,60,3600})

4. Derajat (misal di B1) ke Derajat-Menit-Detik dengan ‘Format Cell’

Misal hasilnya akan ditampilkan di C1, maka di C1=B1/24

1. Di cell C1, tekan CTRL+1
2. Pada ‘Format Cells’, pilih ‘Custom’
3. Ketik ‘Custom Type’ [h]-m-s.000
4. Hasil sudut ditampilkan dalam format derajat-menit-detik. Angka untuk detik ditampilkan dalam 3 (tiga) desimal

5. Konversi format derajat, menit dan detik ke sudut d.mmss

Salah satu format sudut yang didapat hasil download Total Station adalah format d.mmss. Format sudut ini juga dipakai di Autodesk Civil 3D Survey pada saat proses perhitungan least square atau perhitungan hasil pengukuran.

Contoh:

sudut 30 derajat, 1 menit, 1 detik, dalam format d.mmss akan ditulis: 30.0101

sudut 333 derajat, 0 menit, 2.34 detik, dalam format d.mmss akan ditulis : 333.00234

Misal kolom sudut derajat,menit dan detik ada di A1, B1 dan C1, maka rumus sudut dalam format d.mmss adalah

D1=(A1 & "." & TEXT(B1,"00") & TEXT(C1*100,"00"))

6. Rumus untuk merubah type sudut d.mmss ke derajat,menit dan detik adalah:

jika E1, F1 dan G1 adalah derajat, menit dan detik hasil konversi, maka rumusnya adalah:

E1=–LEFT(TEXT(D1,"000.000000"),3)

F1=–MID(TEXT(D1,"000.000000"),5,2)

G1=–RIGHT(TEXT(D1,"000.000000"),4)/100

7. Rumus untuk merubah sudut d.mmss ke desimal

Jika A1 adalah sudut dalam format d.mmss dan B1 adalah hasil konversi sudut dalam desimal:

B1=SUMPRODUCT(MID(TEXT(A1,"000.000000"),{1,5,7},{3,2,4})/{1,60,360000})

Hitung azimut dari dua koordinat

Jika Koordinat (X1,Y1) titik 1 adalah D19,E19
dan Koordinat (X2,Y2) titik 2 adalah D21,E21

maka rumus azimuth diexcel dalam satuan derajat adalah
=DEGREES(ATAN2((E21-E19),(D21-D19)))+IF(ATAN2((E21-E19),(D21-D19))<0,360)

Pengurangan Sudut

Misal bacaan sudut ke titik#1 adalah A1, dan bacaan sudut ke titik#2 adalah B1, maka besar sudut dari A1 ke B1 adalah

=B1-A1+IF(A1>B1,360)

Penambahan Sudut

=A1+B1-IF(A1+B1>360,360)

<<bersambung>>

May 26, 2013

[GEN-SVY-02]: Matriks Rotasi 3 Dimensi

Filed under: Map, Tukang Ukur — Tags: , — cadex @ 11:53
Referensi : Rotation Matrix
Platform :
Lokasi File : download penurunan rumus matriks rotasi

 

Matriks rotasi di bidang pemetaan banyak dipakai untuk transformasi koordinat, khususnya transformasi koordinat 3D. Sedangkan untuk aplikasi di luar pemetaan banyak dipakai untuk visualisasi 3D dan pemograman 3D.

Posting kali ini menguraikan pembuktian / menurunkan persamaan matriks rotasi dalam sistem koordinat 3 (tiga) dimensi:

image Koordinat P (Xp, Yp, Zp) akan dirotasi dengan urutan rotasi berturut-turut dengan sumbu putar di sumbu-X, sumbu-Y dan sumbu-Z

Matrik rotasi menggunakan aturan sistem aturan tangan kanan. Dalam sistem aturantangan kanan, sudut positif adalah searah dengan lipatan jari tangan apabila ibu jari tangan kanan diarahkan ke arah positif koordinat. Sudut rotasi dengan sumbu putar sumbu-x, sumbu-y dan sumbu-z didefinisikan berturut-turut sebagai ω, φ dan κ.

Proses penurunan matriks rotasi mengikuti urutan sebagai berikut:

  1. Rotasi terhadap sumbu-X (ω), kemudian
  2. Rotasi terhadap sumbu-Y (φ), kemudian
  3. Rotasu terhadap sumbu-Z (κ)

1. Rotasi terhadap sumbu-x (ω)

image image

2. Rotasi terhadap sumbu-y (φ)

image image

3. Rotasi terhadap sumbu-z (κ)

image image

image

Penerapan matriks rotasi ini akan dibahas pada posting berikutnya.

==semoga bermanfaat==

April 20, 2013

[CAD-CIV-16]: Mengolah Raw Data Total Station Nikon dengan Excel dan Civil 3D

Filed under: Civil3D, Tukang Ukur — Tags: , , — cadex @ 19:26
Referensi :  
Platform : Excel 2007 & Civil 3D
Lokasi File :  

[XLS-SVY-16]: Add-Ins Excel untuk Konversi Data Ukur Lapangan ke Fieldbook (FBK) menjelaskan metode pengolahan data hasil pengukuran topografi dengan digital theodolit dan thedolit di form excel, kemudian dirubah menjadi file FBK. Civil 3D meng-import file FBK tersebut ke Civil sehingga secara otomatis data hasil perhitungan bisa tersimpan di database civil 3D Survey.

Posting kali ini menjelaskan metode yang sama tetapi data pengukuran didapat dari Raw Data Total Station Nikkon versi "Nikon RAW data format V2.00".

Terimakasih sebesar-besarnya kepada http://www.jelajahsurvey.com/ yang telah bersedia memberikan data hasil pengukuruan topography-nya untuk dipakai di posting ini. Pada pengukuran tersebut meliputi pengukuran poligon dan pengukuran detail situasi yang dikerjakan oleh tiga team surveyor masing-masing menggunakan Total Station Nikon dan dipimpin oleh satu orang Team Leader. Semua data hasil pengukuran dikumpulkan di Team Leader.

Secara garis besar, urutan pengolahan data raw data nikkon ke FBK adalah sebagai berikut:

  1. [XLS]: Renumber atau pengaturan penomoran detail dan poligon
  2. [XLS]: Edit raw data
  3. [XLS]: Konversi Raw Data yang sudah diedit ke FBK
  4. [C3D]: Import FBK ke Civil 3D

[XLS] maksudnya adalah diproses di excel sedangkan [C3D] diproses di civil 3D.

1. [XLS]: Renumber atau pengaturan penomoran detail dan poligon

Sebaiknya proses alokasi range nomer titik dilakukan setelah dilakukan design rencana jaringan poligon dan orientasi lapangan sebelum dilakukan survey dengan Total Station. Data yang aku terima belum mengikuti kaedah design alokasi range penomoran detail. Ketika saya gabungkan pengukuran dari masing-masing team,  terdapat nomer ganda (duplicate number) karena masing-masing team memulai penomoran detail dengan nomer 1.

Untuk pengolahan lebih lanjut di Civil 3D, saya design alokasi nomer detail sesuai dengan tugas dan type pekerjaan sebagai berikut:

  Team 1 Team-2 Team-3
Titik Kontrol Poligon Utama Poligon Cabang Poligon Cabang
Range Nomer Titik Poligon 1 – 50 51 – 100 101 – 150
Titik Detail Detail Detail Detail
Range Nomor Detail 1000-4999 5000-9999 10000-15000

Folder dan penamaan file hasil download dari Total Station juga sebaiknya disepakati sebeleum dilakukan pengukuran. Berikut contoh folder dan nama file dari tiga team di atas:

Team Folder Files Keterangan
1 Team1 1_130219.trn Pengukuran tanggal 19 February 2013 Team 1
    1_130220.trn Pengukuran tanggal 20 February 2013 Team 1
    1_130221.trn Pengukuran tanggal 21 February 2013 Team 1
    1_130222.trn Pengukuran tanggal 22 February 2013 Team 1
2 Team2 2_130220.trn Pengukuran tanggal 20 February 2013 Team 2
    2_130221.trn Pengukuran tanggal 21 February 2013 Team 2
    2_130222.trn Pengukuran tanggal 22 February 2013 Team 2
3 Team2 3_130221.trn Pengukuran tanggal 21 February 2013 Team 3
    3_130222.trn Pengukuran tanggal 22 February 2013 Team 3
    3_130222.trn Pengukuran tanggal 22 February 2013 Team 3

Saya telah membuat program add-in, Trn2Fbk_v2.xlam,  untuk mempermudah proses renumber. Silahkan download program dan file raw data total station nikon, sebelum melanjutkan langkah di bawah. Hanya data dari team1 saja yang dipakai dalam tutorial ini, pengolahan data dari team yang lain pada dasarnya adalah sama tahapannya:

Tahapan Action
1.1. Buka file Trn2Fbk_v2.xlam Click [Enable Macros], jika muncul pesan [Microsoft Excel Security Note]
1.2. Insert Form Edit TRN image
Pilih menu [Add-Ins], pada Group [TS2FBK], pilih [Insert Form Edit TRN]
Dua sheet baru ditambahkan di workbook yang aktif yaitu sheet [LISTBM] dan [Sample]
image
Range [F7:AG7] berisi rumus atau formula untuk renumber, memisahkan data ukuran sudut, jarak dan kode titik (PCODE)
1.3. Memasukkan file TRN ke Form Pada Group [TS2FBK], pilih [Buka File TRN]
Pilih File 1_130219.trn. "File ini berisi pengukuran poligon"
Hasil import TRN ke form
image
1.4. Setting nomer detail dan nama Sheet Di cell [J6], masukkan nomor awal detail. Karena data diambil dari Team-1, masukkan angka 1000
Rename nama sheet [Sample] sesuai dengan nama filenya sehingga nama sheet menjadi [1_130219]
1.5. Copy Rumus di Range [F7:AG7] Pada Group [TS2FBK], pilih [Copy Rumus]
1.6. Mengumpulkan PCODE berdiri alat Jika muncul pesan seperti di bawah, maka PCODE di kolom F (STN$) atau di kolom G (BS$) belum dimasukkan di sheet [LISTBM]
image
Copy PCODE di STN$ ke sheet [LISTBM] di kolom E
1.7. Memasukkan nomor BM atau Tempat berdiri alat Contoh PCODE yang sudah dicopy di kolom E.
image
Masukkan nomor titik di kolom A, mulai dari A2 ke bawah. Nomor dimulai dari 1 karena poligon utama
[H2] menunjukkan jumlah record
[H3] : "OK" jika tidak ditemukan nomor ganda, jika ada nomer ganda muncul pesan "NOMER DOUBLE"
1.8. Re-Run Copy Rumus Pindah ke sheet [1_130219]
Pada Group [TS2FBK], pilih [Copy Rumus]
Jika tidak muncul pesan error seperti di langkah 1.6. maka proses renumber sudah berhasil.
Kolom L adalah file TRN hasil renumber

2. [XLS]: Edit raw data

Edit raw data yang dimaksud adalah proses editing kesalahan input saat dilapangan. Kesalahan input yang biasanya terjadi adalah:

  1. Tinggi Alat
  2. Tinggi Target
  3. PCODE
  4. Point Number Berdiri Alat, Backsight dan Foresight.

Informasi dari surveyor dan sket pengukuran sangat diperlukan untuk melakukan koreksi ini. Karena saya tidak menerima skets dan informasi dari surveyor, maka proses editing data saya lakukan dengan logika pengukuran saja. Logika pengukuran misalnya untuk pengukuran poligon diantaranya adalah:

  1. Nomor Titik (PCODE) berdiri alat berikutnya = Nomor Titik (PCODE) foresight titik sebelumnya
  2. Jika pengukuran sudut dilakukan beberapa seri, Tinggi Target (TT) Backsight tidak berubah demikian juga dengan Tinggi Target (TT) Foresight
  3. Jika pengukuran jarak dilakukan beberapa kali, Jarak Miring (SD) Backsight tidak akan berbeda jauh (<=3 mm) demikian juga dengan SD Foresight
  4. Beda bacaan sudut horizontal pada posisi Biasa (B) dengan Luar Biasa (LB) mendekati 180 derahat
  5. Beda bacaan sudut vertical pada posisi B dan LB adalah jika dijumlah hampir mendekati 360 derajat

Berikut hasil analisa data dari file:

proses koreksi dapat dilakukan melalui Group [TS2FBK] dengan memilih pilih [Edit Data Asli TRN..]

2.1. Edit Raw Data Poligon Saja

File Cell di excel Error/Kesalahan Koreksi
1_130219.trn [A166:A167] PCODE berdiri alat = PCODE Foresight PCODE Foresight diganti menjadi P9
Tingi Target (TT) diganti menjadi 1.429
image
  [A237:A238] PCODE berdiri alat = PCODE Foresight PCODE Foresight diganti menjadi P14
Tingi Target (TT) diganti menjadi 1.473
  [A252:A253] TT ke titik P15 Berubah TT ke P15 dirubah menjadi 1.424
  [A348] dengan melihat data jarak dan tinggi target, PCODE P23 seharusnya P25 PCODE diganti menjadi P25
  [A442] dengan melihat data jarak dan tinggi target, PCODE P2 seharusnya P1 PCODE diganti menjadi P1
  [A353:A354] Berdiri alat tetapi tidak menembak detail sama sekali Beri tanda CO agar data tidak diproses

Note: Setelah dilakukan editing PCODE, Re-Run [Copy Rumus] seperti langkah 1.6. Jika ditemukan error, chek list BM apakah sudah tersedia di sheet [LISTBM]

2.2. Edit Raw Data Campuran Poligon dan Detail

Tahapan Action
2.2.1. Insert Form Edit TRN sama dengan langkah 1.2
2.2.2. Memasukkan file TRN ke Form masukkan file 1_130220.trn ke form baru
2.2.3 Setting nomer detail dan nama Sheet Di cell [J6], masukkan nomor awal detail 1110. Nomer terakhir dari sheet [1_130219]  adalah 1109.
Rename nama sheet menjadi [1_130220]
2.2.4. Copy Rumus di Range [F7:AG7] Pada Group [TS2FBK], pilih [Copy Rumus]
2.2.4. Ulangi langkah di atas untuk file 1_130221.trn sheet [1_130221], [J6]=1628
Daftarkan atau update nama titik berdiri alat PC1 sampai PC5 di sheet [LISTBM]
Nomor titik dimulai dari nomor 32
2.2.5. Lakukan yang sama untuk file 1_130222.trn sheet [1_130222], [J6]=2647
Daftarkan atau update nama titik berdiri alat BM3, BM3A dan PC6 di sheet [LISTBM]
Nomor titik dimulai dari nomor 37
2.2.6. Simpan file Excel File excel disimpan sesuai dengan nama team misal team1.xlsx

3. [XLS]: Konversi Raw Data yang sudah diedit ke FBK

Tahapan Action
3.1. Konversi sheet [1_130219] TRN ke FBK [1_130219.fbk] Pilih Sheet [1_130219]
Pada Group [TS2FBK], pilih [Convert TRN ke FBK]
File FBK disimpan di folder yang sama dengan file excel (team1.xlsx)
Nama file sama dengan nama sheet dengan extensi *.fbk (1_130219.fbk)
3.2. Lakukan konversi untuk sheet [1_130220], [1_130221] dan [1_130222]  

4. [C3D]: Import FBK ke Civil 3D

Tahapan Action
4.1. Jalankan program Civil 3D Pilih template satuan metric
4.2. Buat survey database di Civil 3D.
Misal survey databasenya adalah : TopographyAreaX
Cara setting silahkan lihat di [CAD-CIV-02]: Perhitungan Polygon di Civil 3D
4.2. Buat Network sesuai dengan nama team.
Misal Nama Network : team1

image

Cara membuat network silahkan lihat di [CAD-CIV-02]: Perhitungan Polygon di Civil 3D

4.3. Memasukkan koordinat sementara titik awal

informasi dari file 1_130219.trn
MP,1,,9293061.0000,767913.0000,40.0000,P0
MP,2,,9292925.0000,767874.0000,45.0000,P1

Koordinat di atas adalah koordinat sementara sebelum didapatkan koordinat Fix dari pengukuran GPS atau perhitungan Poligon.

Sesuai dengan list nama titik di sheet [LISTBM] Nomor titik untuk P0 adalah 31 dan P1 adalah 1

Buka notepad, kemudian ketik di notepad:
NE SS 1 9292925.0000 767874.0000 45.0000 "P1"
NE SS 31 9293061.0000 767913.0000 40.0000 "P0"

Save file note dengan extensi *.fbk, misak [KoordAwal.fbk]

4.5. Import koordinat pendekatan ke Civil 3D
image
Click kanan [Team1]>>[Import]>>[Import field book]
Pilih file [KoordAwal.fbk]
click [OK]
4.6. Memasukkan azimuth pendekatan dari titik P1 ke titik P0
image
Click kanan [Directions]>>[New]
Masukkan:
From Point: 1
To Point: 31
Direction secara otomatis terisi
click [OK]
4.7. Import file [1_130219.fbk]

Click kanan [Team1]>>[Import]>>[Import field book]
Pilih file 1_130219.fbk
click [OK]
Saat import file tersebut, muncul pesan error :
image
Civil 3D menemukan nomor titik berdiri alat sama dengan titik foresight.

Berarti pada proses edit data di langka 2.1. ada yang terlewat.

click [Yes] untuk membatalkan proses import.

image

Pada [Panorama Event] click [Browse to]

Sebelumnya Menjadi
image image

 

Tahapan Action
4.8. Reimport FBK
image
Di bawah [Import Events], Click kanan [1_130219.fbk]
Pilih [Re-import]
4.8. Lakukan import FBK untuk file [1_130220.fbk], [1_130221.fbk] dan [1_130222.fbk]  
4.9. Hasil import FBK  

image

=bersambung ke analisa data poligon==

March 25, 2013

[XLS-SVY-20]: Tulisan tentang Aplikasi Excel-Solver untuk Hitung Kuadrat Terkecil

Filed under: Excel, Tukang Ukur — Tags: , , , — cadex @ 11:31
Referensi :
[XLS-SVY-17]: Solver untuk Aplikasi Hitung Kuadrat Terkecil Metode Kondisi
Platform : Excel 2007
Lokasi File :  

 

Pada tulisan [XLS-SVY-17]: Solver untuk Aplikasi Hitung Kuadrat Terkecil Metode Kondisi telah diuraikan cara menggunakan excel-solver untuk perataan hasil ukuran levelling, triangulasi, trilaterasi dan traverse (poligon). Catatan tersebut kemudian saya coba tulis dalam bahasa inggris kemudian saya coba share ke forum http://landsurveyorsunited.com walaupun bahasa inggris saya kurang bagus, tetapi yang penting kalo nggak dicoba, kapan lagi? Silahkan download filenya dalam format PDF. Mohon bagi pembaca yang pinter bahasa inggris untuk mengoreksinya.

Ada perubahan kecil di solver model levelling, triangulasi & trilaterasi dibandingkan dengan posting terdahulu. Khusus untuk poligon ada perubahan cukup mendasar yaitu dengan ditambahkan nilai konversi dari detik ke radian. Konversi ini diperlukan karena dalam pengukuran poligon ada dua unit yaitu unit jarak dalam satuan meter dan satuan sudut dalam satuan detik/derajat.

Silahkan download solver model terbaru untuk pengukuran levelling, triangulasi, trilaterasi dan traverse (poligon).

saya tunggu comments dan masukkannya.

January 22, 2013

[CAD-CIV-17]: Membuat Surface dari Data LIDAR / Point Clouds di Civil 3D

Filed under: Civil3D, Tukang Ukur — Tags: , — cadex @ 19:06
Referensi :  
Platform : Civil 3D
Lokasi File :  

Salah satu cara mengolah data Point cloud atau kumpuan titik 3D hasil survey LIDAR menjadi surface di Civil 3D adalah sebagai berikut:

1. Buat file baru di Civil 3D dengan template metric. Contoh dalam tahapan ini, saya menggunakan _AutoCAD Civil 3D (Metric) NCS.dwt
2. Jika Toolspace civil 3D aktif, pada tab [Prospector], click kanan [Point Clouds] kemudian pilih [Create Point Clouds..]

[Create Point Cloud..] juga bisa diaktifkan melalui menu group [Create Ground Data]

image
3. Pada kotak dialog Create Point Cloud, masukkan Nama point cloud yang akan dibuat, kemudian pilih Point Cloud Style: LIDAR Point Classification kemudian click [Next]

4. Pada setting source data, plih [Create a new point cloud database].
PointCloud format : LAS
click tombol image untuk memilih file hasil scanner. Setelah file dipilih (ekstensi *.las) click tombol [Finish]

5. Proses pembuatan point cloud database sedang dibuat. Lama proses pembuatan database tergantung besarnya file yang diimport. Makin besar akan semakin lama.

image
6. Hasil import file LAS dan membuat Point Cloud Style
Hasil impot LAS masih terdiri dari gabungan beberapa klasifikasi titik ground, vegetasi, bangunan dan lain-lain. Agar titik bisa diproses sebagai gorund surface, maka hanya dipilih point atau titik yang diklasifikasikan sebagai Ground:
6.1. Pada toolspace Civil 3D pilih tab [Setting].
6.2. Click [Point Cloud], kemudian [Point Cloud Style]
6.3. Click kanan point cloud style LIDAR Point Classification , kemudian pilih [Copy]
6.4. Masukkan nama Point Cloud Style misal : LIDAR Point Classification [Ground]
6.5. Click tab [Classification]
6.6. Pilih hanya classification nomer 2 atau [Ground]
6.7. Kemudian click [OK] 
image
7. Menampilkan  point cloud hanya ground saja
7.1. Pada toolspace Civil 3D pilih tab [Prospector].
7.2. Click [Point Clouds]
7.3. Click kanan Point clound yang telah dibuat di langkah 5 kemudian pilih [Point Cloud Properties].
7.4. Pilih Point Cloud Style : LIDAR Point Classification [Ground]
7.5. click [Apply] kemudian [OK]
7.6. Tampilan titik ground saja seperti gambar di samping
image
8. Membuat surface dari ground points
8.1. Pilih object titik LIDAR yang telah dibuat stylenya menjadi  LIDAR Point Classification [Ground], kemudian click kanan untuk menampilkan menu seperti di samping.
8.2. Pilih [Add Points to Surface..]
8.3. Masukkan Nama surface dan pilih style yang dikehendaki, kemudian click [Finish]
image
9. Gambar di samping adalah contoh surface yang telah diberi kontur.

10. Jika diinginkan object Lidar tidak ditampilkan.
10.1. Buat style baru untuk Point Cloud Style seperti langkah 6. Misalkan LIDAR Point Classification [Hidden]
10.2. Pilih tab [Display], set semua layer OFF. kemudian click [OK]
10.3 Rubah Point Cloud Style Properties seperti di langkah 7 menjadi : LIDAR Point Classification [Hidden]

image

==semoga bermanfaat==

January 18, 2013

[CAD-MAP-14]:Konversi Titik Format ASCII (*.csv) ke ESRI Shape File (*.shp) dengan AutocadMap atau Civil3D

Filed under: Civil3D, Map, Tukang Ukur — Tags: , , , — cadex @ 14:57
Reference :  
Platform : min Autocad map 2009 atau civil 3D 2009
Lokasi File : sample data csv

Pada posting [CAD-LIS-01]: Menulis Text dari List Koordinat telah dijelaskan langkah-langkah plotting koordinat dalam format *.csv (comma delimeted) ke file autocad, sedangkan dalam [XLS-MAP-03]: Plotting List Koordinat dari Excel ke AutoCAD dijelaskan cara plotting koordinat dari table excel ke autocad dengan menggunakan visual basic application for excel (macro). Plotting titik dari excel ke autocad juga bisa dilakukan melalui [Data Connection] seperti diuraikan di posting [XLS-MAP-05]: Plotting Koordinat Excel ke Civil 3D.

Pada posting kali ini diperkenalkan cara lainnya sekaligus bagaimana cara meng-ekspor titik-titik tersebut ke *.shp menggunakan autocad map. atau program autodesk yang sudah ada add-on map seperti land development 2009 dan civil 3D 2009. Karena saat ini program yang terinstall di komputerr saya adalah civil 3d 2011, maka penjelasan dan snap shot gambar akan mengacu ke program civil 3d 2011.

Berikut langkah-langkah yang dimaksud:

1. Buat file baru dengan satuan metric atau pilih template dengan satuan metric. Contoh saya menggunakan template map2d.dwt image
2. Ketikkan Command: mapimport
2.1. Pilih files of type : ASCII Point File (*.txt, *.csv, *.asc, *.nez)
2.2. Pilih lokasi file *.csv yang akan diplot titiknya. Format titik yang disimpan dalam *.csv: pointNumber, East, North, Elevation, Description
image
3. Lakukan setting import point:
3.1. Select formatting : PENZD
3.2. Z-Unit: Meter
3.3. Pilih code UTM
image
4. Contoh hasill import.
Jika hasilnya seperti ini, rubah scale-x, scale-y dan scale-z di property blocknya:
4.1. pilih semua titik (select all)
4.2. Tekan CTRL+1 untuk menampilkan propertiesnya.
4.3. Masukkan nilai 1 atau yang sesuai dengan tampilan di Scale X, Scale Y dan Scale Z. Contoh kali ini saya masukkan nilai 10
image
5. Hasil setelah dirubah Scale X, Y & Z image
6. Mengeksport ke *.shp
6.1. Ketikkan Command: mapexport
6.2. Masukkan nama shape file, misal: point3D
6.3. Pilih Files of type : ESRI Shapefile (*.shp)
6.4. Pilih lokasi file (folder)

image
7. Setting export shp
7.1. Pilih Object Type : Point
7.2. Select Object to Export: Select manually
7.3. click icon filter image
7.4. Apply to: Entire Drawings
7.5. Object Type: Block Reference
7.6. Properties: Name
7.7. Operator: = Equals
7.8. Value: Map_Survey_Point

langkah 7.2 s/d 7.8 adalah memilih semua block attribute di gambar yang bernama Map_Survey_Point. Nama ini harus sama dengan nama block saat import atau di langkah #3

image
8. Pilih data yang akan diexport ke *.shp
8.1. click tab [Data]
8.2. click [Select attributes...]
8.3. click [Block Attributes]
8.4. Pilih block : Map_Survey_Point
8.5. click [OK}
image
9. Tampilan setelah setting attributes
9.1. Click [OK]
image
10. Folder yang berisi files hasil export ke *.shp image

Silahkan dicoba..

December 21, 2012

[XLS-MAP-09]:Speadsheet Proyeksi Traverse Mercator di Excel (Versi #2)

Filed under: Excel, Map, Tukang Ukur — Tags: , , , — cadex @ 00:05
Reference :
[XLS-MAP-04]:Proyeksi Traverse Mercator di Excel
Platform : Excel 2007
Lokasi File : Download Spreadsheet

Posting kali ini adalah lanjutan atau penyempurnaan [XLS-MAP-04]:Proyeksi Traverse Mercator di Excel. Pada posting terdahulu hanya melakukan perhitungan atau proyeksi dari koordinat geografis (Lintang, Bujur) ke koordinat Grid (North, East) sedangkan pada spreadsheet posting ini selain perhitungan konversi (lintang,bujur) ke (north, east) juga dilengkapi dengan perhitungan sebaliknya yaitu konversi (north, east) ke (lintang, bujur) yang masing-masing dilengkapi dengan perhitungan "grid convergence" dan "point scale". Hitungan yang dipakai pada spreadsheet ini menggunakan series hitungan Redfearn.

Setelah file didownload dan diextract akan ada dua file yaitu :

1.

TraverseMercator-RedFearns (GeoToGrid).xlsx

–> Hitungan koordinat Geografis ke Grid
2. TraverseMercator-RedFearns (GridToGeo).xlsx –> Hitungan koordinat Grid ke Geografis

1. Hitungan koordinat Geografis ke Grid

1.1. Terlebih dahulu lakukan setting parameter di sheet [parameter]

image

[C2] pilih ellipsoid yang diinginkan
[C6] Pilih jenis map projection-nya
[C14] Isikan pendekatan koordinat bujur untuk menghitung harga central meridiannya
[C15] isikan pendekatan koordinat lintang. Isikan dengan angka negatif, jika berada di lintang selatan

1.2. Pindah ke sheet [Geo2Grid]

image

[A8] Masukkan nama titik
[B8:D8] masukkan koordinat Lintang. Jika berada di lintang selatan, masukkan angka negatif di kolom B
[E8:G8] masukkan koordinat Bujut
[H8:M8] hasil hitungan koordinat east (x), north (y), grid convergence dan point scale
  copy cells [H8:M8] ke bawah untuk melakukan perhitungan titik yang lain

2. Hitungan koordinat Grid ke Geografis

2.1. Lakukan setting parameter di sheet [parameter]

2.2. Setelah dilakukan setting parameter, pindah ke sheet [Grid2Geo]

image

[A8] masukkan nama titik
[B8] nilai koordinat East atau X
[C8] nilai koordinat North atau Y
[D8:G8] hasil hitungan koordinat lintang , bujur , grid convergence dan point scale
  copy cell [D8:G8] untuk hitungan koordinat yang lain

Mohon masukannya jika ditemukan salah hitung.

=selamat mencoba=

November 18, 2012

[XLS-SVY-006]:Menghitung Luas Cross Section dengan Visual Basic Application Excel (Macro)

Filed under: Excel, Tukang Ukur — Tags: , — cadex @ 23:36
Referensi : http://cadex.wordpress.com/2010/12/05/xls-svy-004membuat-grafik-dan-menghitung-luas-cross-section-dengan-excel-bagian-2/
Platform : Excel
File :

Pada post [XLS-SVY-004]:Membuat Grafik dan Menghitung Luas Cross Section dengan Excel Bagian #2, telah diuraikan tahapan menghitung luas cross section dengan menggunakan rumus / fungsi excel (tanpa macro). Pada hitungan metode ini, untuk mengurangii panjangnya rumus diperlukan beberapa cell bantu. Penggunakaan cell bantu tentunya akan memperbesar ukuran file excel, apalagi kalo data yang akan diolah terdiri dari beberapa station.

Dengan visual basic application, cell bantu tersebut dapat dihilangkan, sehingga didapat fungsi baru (user defined function/UDF) yang lebih simple.

Download file Download program & contoh cross. Setelah didownload dan diextract filenya, buka file xs.xla, kemudian file contoh cross sectionnya. Click [Enable Macro] saat membuka file xs.xla

Contoh cross section :

image

Dalam file xs.xla ada dua UDF yaitu:

1. xCatchPoint()

2. xCutFill()

1. Format Fungsi xCatchPoint():

=CatchPoint(PolylineExisting ,OffsetTemplateKiri ,OffsetTemplateKanan,ElevasiTemplateKiri ,ElevasiTemplateKanan ,SlopeCatchPointKiri ,SlopeCatchPointKanan)

Fungsi ini akan menghasilkan 4 (empat) angka yaitu Offset, Elevasi catch point Kiri dan Offset Elevasi catch point kanan.

[B11]=Index(xCatchPoint($Q$7:$R$27,$B$7,$C$7,$B$9,$C$9,$B$10,$C$10),1)
[B12]=Index(xCatchPoint($Q$7:$R$27,$B$7,$C$7,$B$9,$C$9,$B$10,$C$10),2)
[C11]=Index(xCatchPoint($Q$7:$R$27,$B$7,$C$7,$B$9,$C$9,$B$10,$C$10),3)
[C12]=Index(xCatchPoint($Q$7:$R$27,$B$7,$C$7,$B$9,$C$9,$B$10,$C$10),4)

2. Format Fungsi xCutFillX():

=xCutFill(PolylineExisting, PolylineDesign, TypeRtn)

TypeRtn=0, untuk menampilkan hasil hitungan luas Cut dan Fill. Gunakan index=1, untuk mengambil luas Cut, dan index=2 untuk mengambil lus Fill.

[G8]=INDEX(xCutFill($Q$7:$R$27,$S$7:$T$11,0),1)
[H8]=INDEX(xCutFill($Q$7:$R$27,$S$7:$T$11,0),2)

Coba rubah-rubah parameter design di seperti elevasi design, slope, grade, offset template dll, maka otomatis luas cross section dan grafik akan terupdate

Dalam contoh data cross section ada dua contoh cross section sehingga masing-masing dapat dihitung luas cut dan luas fillnya. Ada tambahan satu sheet [Resume] untuk menghitung volume cut dan fill seperti gambar di bawah:

image

Catatan Penting:

1. Program ini memerlukan fungsi UDF yang disimpan dalam file xs.xla sehinga apabila file cross section dicopy ke tempat lain yang tidak mempunyai file xs.xla, maka graphic dan hitungan luas tidak bisa dihitung” Tampilan jika file xs.xla belum dibuka adalah:

image

2. Copy >> Paste >> Value rumus yang menggunakan fungsi xCatchPoint() dan xCutFill() sebelum didistribusikan.

3. Jika diinginkan setiap kali menjalan program excel file xs.xla otomatis terbuka lakukan pengatuan setting Add-In. Kalo pakai Excel 2007 lakukan pengaturan sebagai berikut:

  • Click tombol image , kemudian pilih [Excel Option] kemudian [Add-Ins]
  • Dalam pilihan [Manage], pilih [Excel Add-Ins] kemudian click tombol [Go]
  • Pada pilihan [Add-Ins], click tombol [Browse]
  • Pilih lokasi file xs.xla, sehingga tampilan Add-Ins yang aktif menjadi

image

 

Note: 8 Feb 2014

the xla program (xs.xla) has been revised since the previous program had “calculation errors” on the right catch point.

thanks for Khalid Maqbool for finding these errors.

 

‘============== selamat mencoba =========================

Older Posts »

The Shocking Blue Green Theme. Create a free website or blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 786 other followers