coretan tentang autocad dan excel

April 20, 2013

[CAD-CIV-16]: Mengolah Raw Data Total Station Nikon dengan Excel dan Civil 3D

Filed under: Civil3D, Tukang Ukur — Tags: , , — cadex @ 19:26
Referensi :  
Platform : Excel 2007 & Civil 3D
Lokasi File :  

[XLS-SVY-16]: Add-Ins Excel untuk Konversi Data Ukur Lapangan ke Fieldbook (FBK) menjelaskan metode pengolahan data hasil pengukuran topografi dengan digital theodolit dan thedolit di form excel, kemudian dirubah menjadi file FBK. Civil 3D meng-import file FBK tersebut ke Civil sehingga secara otomatis data hasil perhitungan bisa tersimpan di database civil 3D Survey.

Posting kali ini menjelaskan metode yang sama tetapi data pengukuran didapat dari Raw Data Total Station Nikkon versi "Nikon RAW data format V2.00".

Terimakasih sebesar-besarnya kepada http://www.jelajahsurvey.com/ yang telah bersedia memberikan data hasil pengukuruan topography-nya untuk dipakai di posting ini. Pada pengukuran tersebut meliputi pengukuran poligon dan pengukuran detail situasi yang dikerjakan oleh tiga team surveyor masing-masing menggunakan Total Station Nikon dan dipimpin oleh satu orang Team Leader. Semua data hasil pengukuran dikumpulkan di Team Leader.

Secara garis besar, urutan pengolahan data raw data nikkon ke FBK adalah sebagai berikut:

  1. [XLS]: Renumber atau pengaturan penomoran detail dan poligon
  2. [XLS]: Edit raw data
  3. [XLS]: Konversi Raw Data yang sudah diedit ke FBK
  4. [C3D]: Import FBK ke Civil 3D

[XLS] maksudnya adalah diproses di excel sedangkan [C3D] diproses di civil 3D.

1. [XLS]: Renumber atau pengaturan penomoran detail dan poligon

Sebaiknya proses alokasi range nomer titik dilakukan setelah dilakukan design rencana jaringan poligon dan orientasi lapangan sebelum dilakukan survey dengan Total Station. Data yang aku terima belum mengikuti kaedah design alokasi range penomoran detail. Ketika saya gabungkan pengukuran dari masing-masing team,  terdapat nomer ganda (duplicate number) karena masing-masing team memulai penomoran detail dengan nomer 1.

Untuk pengolahan lebih lanjut di Civil 3D, saya design alokasi nomer detail sesuai dengan tugas dan type pekerjaan sebagai berikut:

  Team 1 Team-2 Team-3
Titik Kontrol Poligon Utama Poligon Cabang Poligon Cabang
Range Nomer Titik Poligon 1 – 50 51 – 100 101 – 150
Titik Detail Detail Detail Detail
Range Nomor Detail 1000-4999 5000-9999 10000-15000

Folder dan penamaan file hasil download dari Total Station juga sebaiknya disepakati sebeleum dilakukan pengukuran. Berikut contoh folder dan nama file dari tiga team di atas:

Team Folder Files Keterangan
1 Team1 1_130219.trn Pengukuran tanggal 19 February 2013 Team 1
    1_130220.trn Pengukuran tanggal 20 February 2013 Team 1
    1_130221.trn Pengukuran tanggal 21 February 2013 Team 1
    1_130222.trn Pengukuran tanggal 22 February 2013 Team 1
2 Team2 2_130220.trn Pengukuran tanggal 20 February 2013 Team 2
    2_130221.trn Pengukuran tanggal 21 February 2013 Team 2
    2_130222.trn Pengukuran tanggal 22 February 2013 Team 2
3 Team2 3_130221.trn Pengukuran tanggal 21 February 2013 Team 3
    3_130222.trn Pengukuran tanggal 22 February 2013 Team 3
    3_130222.trn Pengukuran tanggal 22 February 2013 Team 3

Saya telah membuat program add-in, Trn2Fbk_v2.xlam,  untuk mempermudah proses renumber. Silahkan download program dan file raw data total station nikon, sebelum melanjutkan langkah di bawah. Hanya data dari team1 saja yang dipakai dalam tutorial ini, pengolahan data dari team yang lain pada dasarnya adalah sama tahapannya:

Tahapan Action
1.1. Buka file Trn2Fbk_v2.xlam Click [Enable Macros], jika muncul pesan [Microsoft Excel Security Note]
1.2. Insert Form Edit TRN image
Pilih menu [Add-Ins], pada Group [TS2FBK], pilih [Insert Form Edit TRN]
Dua sheet baru ditambahkan di workbook yang aktif yaitu sheet [LISTBM] dan [Sample]
image
Range [F7:AG7] berisi rumus atau formula untuk renumber, memisahkan data ukuran sudut, jarak dan kode titik (PCODE)
1.3. Memasukkan file TRN ke Form Pada Group [TS2FBK], pilih [Buka File TRN]
Pilih File 1_130219.trn. "File ini berisi pengukuran poligon"
Hasil import TRN ke form
image
1.4. Setting nomer detail dan nama Sheet Di cell [J6], masukkan nomor awal detail. Karena data diambil dari Team-1, masukkan angka 1000
Rename nama sheet [Sample] sesuai dengan nama filenya sehingga nama sheet menjadi [1_130219]
1.5. Copy Rumus di Range [F7:AG7] Pada Group [TS2FBK], pilih [Copy Rumus]
1.6. Mengumpulkan PCODE berdiri alat Jika muncul pesan seperti di bawah, maka PCODE di kolom F (STN$) atau di kolom G (BS$) belum dimasukkan di sheet [LISTBM]
image
Copy PCODE di STN$ ke sheet [LISTBM] di kolom E
1.7. Memasukkan nomor BM atau Tempat berdiri alat Contoh PCODE yang sudah dicopy di kolom E.
image
Masukkan nomor titik di kolom A, mulai dari A2 ke bawah. Nomor dimulai dari 1 karena poligon utama
[H2] menunjukkan jumlah record
[H3] : "OK" jika tidak ditemukan nomor ganda, jika ada nomer ganda muncul pesan "NOMER DOUBLE"
1.8. Re-Run Copy Rumus Pindah ke sheet [1_130219]
Pada Group [TS2FBK], pilih [Copy Rumus]
Jika tidak muncul pesan error seperti di langkah 1.6. maka proses renumber sudah berhasil.
Kolom L adalah file TRN hasil renumber

2. [XLS]: Edit raw data

Edit raw data yang dimaksud adalah proses editing kesalahan input saat dilapangan. Kesalahan input yang biasanya terjadi adalah:

  1. Tinggi Alat
  2. Tinggi Target
  3. PCODE
  4. Point Number Berdiri Alat, Backsight dan Foresight.

Informasi dari surveyor dan sket pengukuran sangat diperlukan untuk melakukan koreksi ini. Karena saya tidak menerima skets dan informasi dari surveyor, maka proses editing data saya lakukan dengan logika pengukuran saja. Logika pengukuran misalnya untuk pengukuran poligon diantaranya adalah:

  1. Nomor Titik (PCODE) berdiri alat berikutnya = Nomor Titik (PCODE) foresight titik sebelumnya
  2. Jika pengukuran sudut dilakukan beberapa seri, Tinggi Target (TT) Backsight tidak berubah demikian juga dengan Tinggi Target (TT) Foresight
  3. Jika pengukuran jarak dilakukan beberapa kali, Jarak Miring (SD) Backsight tidak akan berbeda jauh (<=3 mm) demikian juga dengan SD Foresight
  4. Beda bacaan sudut horizontal pada posisi Biasa (B) dengan Luar Biasa (LB) mendekati 180 derahat
  5. Beda bacaan sudut vertical pada posisi B dan LB adalah jika dijumlah hampir mendekati 360 derajat

Berikut hasil analisa data dari file:

proses koreksi dapat dilakukan melalui Group [TS2FBK] dengan memilih pilih [Edit Data Asli TRN..]

2.1. Edit Raw Data Poligon Saja

File Cell di excel Error/Kesalahan Koreksi
1_130219.trn [A166:A167] PCODE berdiri alat = PCODE Foresight PCODE Foresight diganti menjadi P9
Tingi Target (TT) diganti menjadi 1.429
image
  [A237:A238] PCODE berdiri alat = PCODE Foresight PCODE Foresight diganti menjadi P14
Tingi Target (TT) diganti menjadi 1.473
  [A252:A253] TT ke titik P15 Berubah TT ke P15 dirubah menjadi 1.424
  [A348] dengan melihat data jarak dan tinggi target, PCODE P23 seharusnya P25 PCODE diganti menjadi P25
  [A442] dengan melihat data jarak dan tinggi target, PCODE P2 seharusnya P1 PCODE diganti menjadi P1
  [A353:A354] Berdiri alat tetapi tidak menembak detail sama sekali Beri tanda CO agar data tidak diproses

Note: Setelah dilakukan editing PCODE, Re-Run [Copy Rumus] seperti langkah 1.6. Jika ditemukan error, chek list BM apakah sudah tersedia di sheet [LISTBM]

2.2. Edit Raw Data Campuran Poligon dan Detail

Tahapan Action
2.2.1. Insert Form Edit TRN sama dengan langkah 1.2
2.2.2. Memasukkan file TRN ke Form masukkan file 1_130220.trn ke form baru
2.2.3 Setting nomer detail dan nama Sheet Di cell [J6], masukkan nomor awal detail 1110. Nomer terakhir dari sheet [1_130219]  adalah 1109.
Rename nama sheet menjadi [1_130220]
2.2.4. Copy Rumus di Range [F7:AG7] Pada Group [TS2FBK], pilih [Copy Rumus]
2.2.4. Ulangi langkah di atas untuk file 1_130221.trn sheet [1_130221], [J6]=1628
Daftarkan atau update nama titik berdiri alat PC1 sampai PC5 di sheet [LISTBM]
Nomor titik dimulai dari nomor 32
2.2.5. Lakukan yang sama untuk file 1_130222.trn sheet [1_130222], [J6]=2647
Daftarkan atau update nama titik berdiri alat BM3, BM3A dan PC6 di sheet [LISTBM]
Nomor titik dimulai dari nomor 37
2.2.6. Simpan file Excel File excel disimpan sesuai dengan nama team misal team1.xlsx

3. [XLS]: Konversi Raw Data yang sudah diedit ke FBK

Tahapan Action
3.1. Konversi sheet [1_130219] TRN ke FBK [1_130219.fbk] Pilih Sheet [1_130219]
Pada Group [TS2FBK], pilih [Convert TRN ke FBK]
File FBK disimpan di folder yang sama dengan file excel (team1.xlsx)
Nama file sama dengan nama sheet dengan extensi *.fbk (1_130219.fbk)
3.2. Lakukan konversi untuk sheet [1_130220], [1_130221] dan [1_130222]  

4. [C3D]: Import FBK ke Civil 3D

Tahapan Action
4.1. Jalankan program Civil 3D Pilih template satuan metric
4.2. Buat survey database di Civil 3D.
Misal survey databasenya adalah : TopographyAreaX
Cara setting silahkan lihat di [CAD-CIV-02]: Perhitungan Polygon di Civil 3D
4.2. Buat Network sesuai dengan nama team.
Misal Nama Network : team1

image

Cara membuat network silahkan lihat di [CAD-CIV-02]: Perhitungan Polygon di Civil 3D

4.3. Memasukkan koordinat sementara titik awal

informasi dari file 1_130219.trn
MP,1,,9293061.0000,767913.0000,40.0000,P0
MP,2,,9292925.0000,767874.0000,45.0000,P1

Koordinat di atas adalah koordinat sementara sebelum didapatkan koordinat Fix dari pengukuran GPS atau perhitungan Poligon.

Sesuai dengan list nama titik di sheet [LISTBM] Nomor titik untuk P0 adalah 31 dan P1 adalah 1

Buka notepad, kemudian ketik di notepad:
NE SS 1 9292925.0000 767874.0000 45.0000 "P1"
NE SS 31 9293061.0000 767913.0000 40.0000 "P0"

Save file note dengan extensi *.fbk, misak [KoordAwal.fbk]

4.5. Import koordinat pendekatan ke Civil 3D
image
Click kanan [Team1]>>[Import]>>[Import field book]
Pilih file [KoordAwal.fbk]
click [OK]
4.6. Memasukkan azimuth pendekatan dari titik P1 ke titik P0
image
Click kanan [Directions]>>[New]
Masukkan:
From Point: 1
To Point: 31
Direction secara otomatis terisi
click [OK]
4.7. Import file [1_130219.fbk]

Click kanan [Team1]>>[Import]>>[Import field book]
Pilih file 1_130219.fbk
click [OK]
Saat import file tersebut, muncul pesan error :
image
Civil 3D menemukan nomor titik berdiri alat sama dengan titik foresight.

Berarti pada proses edit data di langka 2.1. ada yang terlewat.

click [Yes] untuk membatalkan proses import.

image

Pada [Panorama Event] click [Browse to]

Sebelumnya Menjadi
image image

 

Tahapan Action
4.8. Reimport FBK
image
Di bawah [Import Events], Click kanan [1_130219.fbk]
Pilih [Re-import]
4.8. Lakukan import FBK untuk file [1_130220.fbk], [1_130221.fbk] dan [1_130222.fbk]  
4.9. Hasil import FBK  

image

=bersambung ke analisa data poligon==

June 8, 2012

[XLS-SVY-15]: Form Hitungan Koordinat Hasil Pengukuran Theodolit Digital

Filed under: Excel, Tukang Ukur — Tags: , — cadex @ 21:22
Reference :
Platform : Excel
Lokasi File : download form

Salah satu tahapan sebelum membuat peta (misal peta topografi) adalah melakukan perhitungan koordinat dari data survey hasil pengukuran topografi dengan theodolit digital ataupun theodolit manual.

Jika pengukurannya menggunakan theodolit digital data yang dicatat adalah:

  1. Informasi tempat berdiri alat (STN) dan tinggi alat (TI)
  2. Bidikan ke station backsight (BS) dan bacaan sudut horisontal saat backsight (biasanya dibuat 0° 0′ 0″)
  3. Tinggi target (TargetHt)
  4. Nomor detail (SS), Nama detail atau kode detail (DESC)
  5. Bacaan sudut Horisontal (HA), dan Vertikal (VA)
  6. Bacaan jarak miring (SD)

Apabila pengukuran menggunakan theodolite manual dan bantuan baak ukur atau rambu, maka data pengukuran yang dicatat adalah :

  1. Informasi tempat berdiri alat (STN) dan tinggi alat (TI)
  2. Bidikan ke station backsight (BS) dan bacaan sudut horisontal saat backsight (biasanya dibuat 0° 0′ 0″)
  3. Bacaan Benang Atas (BA), Benang Bawah (BB) dan Benang Tengah (BT)
  4. Nomor detail (SS), Nama detail atau kode detail (DESC)
  5. Bacaan sudut Horisontal (HA), dan Vertikal (VA)

Silahkan download formnya sebelum melanjutkan langkah di bawah. Apabila sudah didownload, maka akan terdapat 4 (empat) sheet yaitu:

  • [CaraPenggunaan]
  • [ListBM]
  • [FormTS]
  • [FormStadia]

Anda bisa menghapus sheet [FormStadia] jika data anda berupa data total station atau theodolite digital, begitu juga sebaliknya, jika pengukuran menggunakan theodolit manual sheet [FormTS] bisa dihapus.

Cara penggunaan Form Hitungan Detail

Umum
1 Koordinat X,Y,Z mempunyai dalam unit meter
2 Semua ukuran jarak dimasukkan dalam unit meter
3 Ukuran sudut adalah sudut kanan (Right Angle)

A. Sheet [ListBM]

Contoh isian di sheet [LisBM]

image

1. Masukkan list titik control atau benchmark di sheet [ListBM]
2. Semua BM harus mempunyai ID berupa angka bulat. ID ini dimasukkan di kolom [A]
3. Tidak boleh ada ID yang kembar atau duplicate!!
4. Tidak boleh ada baris kosong di antara ID BM

B. Sheet [FormTS]

Contoh isian di sheet [FormTS]

image

image
1. Form ini digunakan untuk hitungan hasil pengukuran dari total station (TS) atau thedolit digital
2. Huruf yang berwarna merah berisi rumus excel dan hanya boleh di-copy ke bawah
3. Isian atau input terdapat di font yang berwarna hitam
4. Informarsi setup alat: station, backsight, sudut backsight dan koordinat ada kolom [A:P]
5. Apabila berpindah tempat atau pindah station, selalu masukkan kode setup# dengan mengkopy setup# sebelumnya
Selalu gunakan fasilitas copy untuk menghindari double ID setup-id (setup#)
Nomer STA bisa mengambil dari nomer detail yang sudah diamat di kolom [S]
6. Isian detail ada di kolom [R:AM]
7. Kolom [R] harus diisi sesuai dengan setup id atau setup number (setup#) setiap saat akan memasukkan data detail.
Untuk menghidari kesalahan input, bisa dilakukan dengan meng-copy rumus di atasnya
8. Untuk menghitung koordinat, copy rumus di AE3:AM3 ke bawah

C. Sheet [FormStadia]

Contoh isian sheet [FormStadia]:

image

image
1 Form ini digunakan untuk hitungan hasil pengukuran theodolit dan rambu ukur
2 Langkah 2-5 sama dengan aturan di sheet [FormTS]
6 isian detail ada di kolom [R:AP]
7 Kolom [R] harus diisi sesuai dengan setup id atau setup number (setup#) setiap saat akan memasukkan data detail.
Untuk menghidari kesalahan input, bisa dilakukan dengan meng-copy rumus di atasnya
8 Untuk menghitung koordinat, copy rumus di AF3:AP3 ke bawah

Silahkan dicoba dan beritahu saya jika ada perhitungan atau rumus yang salah.

Tulisan berikutnya akan dicoba untuk merubah data ukuran tersebut menjadi file field book (FBK) dengan bantuan visual basic application for excel. Setelah dirubah menjadi FBK data tersebut akan disimpan di database autodesk survey.

===selamat mencoba==

May 25, 2012

[CAD-CIV-13]: Perhitungan Poligon di Civil 3D (Lanjutan)

Filed under: Civil3D, Excel, Tukang Ukur — Tags: , — cadex @ 00:57

 

Referensi :

[CAD-CIV-02]: Perhitungan Polygon di Civil 3D

  :

[XLS-SVY-14]: Menghitung Poligon dari Data Total Station dengan Excel

Platform : Excel , Civil 3D 2011
Lokasi File :  

Perhitungan poligon di [CAD-CIV-02]: Perhitungan Polygon di Civil 3D menggunakan input berupa data jarak datar dan sudut horisontal. Kali ini akan diterangkan cara memasukkan data hasil pengukuran total station (TS) yang masih berupa data pembacaan sudut horisontal, backsight and foresight (bacaan belakang dan muka), sudut zenith atau vertikal, jarak miring, tinggi alat dan tinggi target. seperti contoh yang ada di [XLS-SVY-14]: Menghitung Poligon dari Data Total Station dengan Excel

Sebetulnya program civil 3D sudah menyediakan fasilitas ‘Survey Data Collection Link’ untuk konversi beberapa raw data TS ke FBK seperti yang dijelaskan snapshot di bawah:

image Survey Data Collection Link ini hanya bisa dipakai jika format penyimpanan data dalam TS mengikuti aturan di civil 3D.

Aturan utama yang harus diikuti adalah: "penamaan titik harus numeric dengan angka bulat"
Contoh format pengukuran dari [XLS-SVY-14]: Menghitung Poligon dari Data Total Station dengan Excel:

OccupiedStn BM01
InstHt 1.513 Desc 002
RefStn BM03 HA 134°24’39″ VA 90°02’31″ SD 81.514 TargetHt 1.404 Desc 002

penamaan titik dengan format alphanumeric seperti BM01 dan BM03 tidak diperbolehkan di Civil 3D. Agar bisa dibaca di Civil 3D maka nama titik diganti dengan angka. Misal 3 untuk menggantikan BM01 dan 1 untuk BM03. Sehingga format data mentah TS menjadi:

OccupiedStn 3
InstHt 1.513 Desc 002
RefStn 1 HA 134°24’39″ VA 90°02’31″ SD 81.514 TargetHt 1.404 Desc BM03

Karena format data TS yang diterima tidak sesuai dengan persyaratan Civil 3D, maka saya menggunakan bantuan excel untuk data extraction dan proses konversi ke FBK menggunakan visual basic application for Excel.

Berikut spreadsheet excelnya:

image

Rumus dan cara pengisian kolom [A:J] sama dengan yang telah diuraikan di [XLS-SVY-14]: Menghitung Poligon dari Data Total Station dengan Excel.

Karena FBK atau civil 3D tidak menerima nama titik dengan alphanumeric, maka perlu dibuatkan daftar konversi alphanumric ke numeric.

Contoh daftarnya adalah sebagai berikut:

image Tips pengkodean nama titik saat pengukuran agar bisa diolah di Civil 3D:
1. Untuk Titik Poligon Utama (Loop Besar) diberi kode angka di range 1-99
2. Untuk Poligon Turunannya diberi kode angka di range 100-999
3. Untuk pengukuran detail dimulai dari angka 1000

Tambahan kolom bantu untuk membuat FBK:

image

[K:K] isikan kode STN di data yang berisi tempat berdiri alat atau STN
[L2] =INDEX($X$2:$X$10,MATCH($B2,$Y$2:$Y$10,0))
  mencari kode numeric dari nama titik di [B2]
Copy rumus ini di setiap berdiri alat
[M2] =C2
  tinggi alat dalam satuan meter
  informasi di kolom K:M dipakai untuk setup berdiri alat yang nantinya dirubah menjadi format FBK (Ref: Creates a new setup station ):

STN [point] (instrument. height) (description)

   
[N3] =H3
  tinggi target atau prisma dalam satuan meter
[O3] =IF(J3="B","F1 ","F2 ") & "VA"
[P3] =INDEX($X$2:$X$10,MATCH($D3,$Y$2:$Y$10,0))
[Q3] =SUBSTITUTE(SUBSTITUTE(SUBSTITUTE(E3,"°","."),"’",""),"″","")
  merubah format sudut 134°24’39″ menjadi 134.2439 format sudut dalam FBK adalah d.mmss
  Apabila kolom sudut derajat,menit dan detik terpisahada di A1, B1 dan C1, maka rumus sudut dalam format d.mmss adalah D1=(A1 & "." & TEXT(B1,"00") & TEXT(C1*100,"00"))*1
[R3] =G3
  jarak miring dalam meter
[S3] =SUBSTITUTE(SUBSTITUTE(SUBSTITUTE(F3,"°","."),"’",""),"″","")
  merubah sudut vertikal mendaji d.mmss
[T3] =D3
  Informasi di kolom [O:T] dipakai untuk membuat titik dengan masukan pengukuran Biasa dan LuarBiasa atau dalam bahasa FBK disebut FACE1 dan FACE2 (Creates a point using a FACE 1 angle and a vertical angle):

F1 VA (point) [angle] [distance] [vertical angle] (description)

Contoh hasil konversi ke FBK saat alat berdiri di station 2 atau BM01:

image

Untuk merubah ke FBK dari semua hasil pengukuran TS dibuatkan macro atau visual basic application sebagai berikut:

Private Sub FBK_Click()
    Dim rgTarget As Range, rgCekRecords As Range
    Dim rgData As Range, rgPrism As Range
    Dim lstRow As Integer, cR As Range, i As Integer, j As Integer
    Dim strFBK() As String, strF12 As String
   
    Const idxStnID As Integer = 2, idxTargetID As Integer = 4
   
    Set rgTarget = Range("V2") ‘ouput hasil konversi FBK
    Set rgCekRecords = Range("T5000") ‘maksimum data 5000 baris di kolom T
    Set rgData = Range("K2:T2") ‘data awal
   
    lstRow = rgCekRecords.End(xlUp).Row ‘mengecek jumlah baris terakhir di kolom T
    Set rgData = rgData.Resize(lstRow) ‘resize data awal sesuai records
   
    rgTarget.Resize(lstRow).ClearContents ‘menghapus data sebelumnya
    j = -1
    For Each cR In rgData.Columns(idxStnID).Cells ‘mencari station id di kolom idxStnID
        If Not IsEmpty(cR) Then ‘jika kolom stnid tidak kosong simpan stn dan instrumet heightnya
            j = j + 1: ReDim Preserve strFBK(j)
            strFBK(j) = "STN " & cR & " " & cR.Offset(0, 1)
        Else
            Set rgPrism = cR.Offset(0, idxTargetID – idxStnID)
            ‘jika kolom idxTargetID tidak kosong simpan tinggi target
            If Not IsEmpty(rgPrism) Then
                j = j + 1: ReDim Preserve strFBK(j)
                strFBK(j) = "PRISM " & rgPrism
                strF12 = vbNullString
                For i = 1 To 6 ‘membuat format FBK untuk sudut dan jarak
                    With rgPrism
                        strF12 = strF12 & .Offset(, i) & " "
                    End With
                Next i
                strF12 = Trim(strF12) ‘menghilangkan spasi terakhir
                j = j + 1: ReDim Preserve strFBK(j)
                strFBK(j) = strF12
            End If
        End If
    Next cR
   
    rgTarget.Resize(UBound(strFBK) + 1) = Application.WorksheetFunction.Transpose(strFBK)
   
End Sub

Silahkan donwload file spreadsheet excelnya di sini.

File excel tersebut dalam format *.xlsm (excel 2007 macro), apabila saat dibuka ada peringatan "Security Warning" click tombol [Option], kemudian pilih "enable this content" kemudian click tombol [FBK] untuk membuat list FBK di [V2]

Copy list FBK tersebut mulai dari baris ke dua sampai terakhir ke notepad kemudian simpan dengan extensi *.fbk, misalnya poligon.fbk . Buat juga file FBK di notepad yang berisi titik kontrol :

image

simpan FBK titik kontrol ini misalnya TitikKontrol.fbk

 

 

Sampai tahap ini file FBK sudah bisa dimasukkan dalam program civil 3D. Tahapannya sama dengan yang telah diuraikan di [CAD-CIV-02]: Perhitungan Polygon di Civil 3D hanya saja dilewatkan bagian pembuatan FBK:

1. Membuat dan setting survey database jika belum ada

2. Membuat Network

3. Import Fieldbook (FBK)

4. Membuat Jalur Poligon

5. Check Hitungan Poligon

6. Edit input Least Square

7. Running Least Square

8. Tampilkan hasil di gambar

1. Membuat dan setting survey database

  • Jalankan civil 3D
  • ketik new di command: , kemudian pilih template metric. Biasanya aku memilih: _AutoCAD Civil 3D (Metric) NCS.dwt
  • Pada toolspace civil 3D, pilih tab [Survey], kemudian click kanan [Survey Databases], lalu pilih [Set Working Folder]
  • Pilih lokasi untuk menyimpan database
  • Jika sudah dipilih lokasinya, click kanan lagi [Survey Database], lalau pilih [New local survey database]
  • Masukkan nama database misalnya ‘cadex’
  • click kanan ‘cadex’, kemudian pilih [Edit survey database setting..]
  • Masukkan Value seperti gambar di bawah:

image

  • click OK jika sudah selesai.

2. Membuat Network

  • Click kanan [network] di bawah database [cadex], kemudian pilih [new]
  • masukkan nama, misalnya ‘KerangkaKontrol’

3. Import Field book

  • Click kanan [KerangkaKontrol]>>[Import]>>[Import Field book]
  • Pilih field book titik kontrol (TitikKontrol.fbk) click [OK]
  • Click kanan [KerangkaKontrol]>>[Import]>>[Import Field book]
  • Pilih field book ukuran poligon (poligon.fbk), kemudian click [OK]
  • Pada tahap ini posisi titik dan jalur pengukuran sudah tergambar di civil 3D
  • click tanda + di samping kiri [KerangkaKontrol]
  • Pilih [Setup], maka akan ditampilkan list tempat berdiri alat, backsight, tinggi alat dan koordinat sementara
  • Click kanan salah satu tempat bediri alat (Station Point), kemudian pilih [Edit Observations..]
  • Misal dipilih Station Point 3

image

  • Bandingkan datanya dengan data di excel.

4. Membuat Jalur Poligon

  • Dari data TS dan file FBK, pengukuran poligon  dimulai dari station 2 dengan backsight pertama ke titik 1, kemudian pindah ke station 3 sampai 7. Karena tidak informasi Koordinat titik Fix M110 atau station 9, maka bidikan foresight terakhir adalah ke titik fix station 8 atau (S002)
  • Click kanan [Traverse] di bawah [KerangkaKontrol], kemudian pilih [New]
  • Sesuai deskripsi di atas, masukkan nilai seperti gambar di bawah:
  • image
  • kemudan click OK

5. Check Hitungan Poligon

  • click [Travers], kemudian pilih click kanan [Poligon-1], kemudian pilih [Traverse Analysis]

image

Masukkan persyaratan ketelitian penutup horisontal dan vertikal yang diinginkan. kali ini saya memakai defaultnya saja seperti di gambar.

setelah di click tombol [OK] akan ditampilkan hasil analisa dalam notepad yang terdiri dari :

1. Hasil koordinat setalah adjusment

2. Koreksi Sudut

3. Hitungan tinggi atau vertikal

4. Ketelitian Penutup Poligon .

 

  • Hasil Ketelitian penutup poligon :

image

6. Langkah 6-8, silahkan dicoba sendiri seperti yang telah diterangkan di [CAD-CIV-02]: Perhitungan Polygon di Civil 3D

==silahkan mencoba==

==mohon koreksinya jika ada yang salah==

May 20, 2012

[XLS-SVY-14]: Menghitung Poligon dari Data Total Station dengan Excel

Filed under: Excel, Tukang Ukur — Tags: , , , , — cadex @ 20:04
Referensi : — Catatan Rumus Excel untuk Juru Ukur (Bagian #2)
— Perhitungan rerata dan standard deviasi hasil pengukuran sudut dan jarak dari total station (theodolit)
Platform : Excel 2007
Lokasi File :

Salah satu pengunjung di posting tentang perhitungan rerata dan standar deviasi hasil pengukuran sudut dan jarak dari total station memberikan komentar sebagai berikut:

saya mendapat file traverse untuk dihitung hasil koordinatnya tapi setelah saya gunakan excel tidak masuk…apa saya salah baca datanya ya pak…tolong bantuanya pak….ini saya kirimkan datanya pak Level Tertiary

OccupiedStn BM01 InstHt 1.513 Desc 002
RefStn BM03 HA 134°24’39″ VA 90°02’31″ SD 81.514 TargetHt 1.404 Desc 002
RefStn M102 HA 263°38’56″ VA 89°50’53″ SD 81.631 TargetHt 1.473 Desc 002
RefStn M102 HA 83°38’52″ VA 270°09’26″ SD 81.631 TargetHt 1.473 Desc 002
RefStn BM03 HA 314°24’26″ VA 269°57’56″ SD 81.514 TargetHt 1.404 Desc 002
OccupiedStn M102 InstHt 1.473 Desc 002
RefStn BM01 HA 83°38’56″ VA 90°09’36″ SD 81.631 TargetHt 1.513 Desc 002
RefStn M103 HA 201°21’59″ VA 89°56’50″ SD 140.450 TargetHt 1.473 Desc 002
RefStn M103 HA 21°21’43″ VA 270°03’26″ SD 140.450 TargetHt 1.473 Desc 002
RefStn BM01 HA 263°38’21″ VA 269°50’47″ SD 81.631 TargetHt 1.513 Desc 002
Shot S100 HA 160°19’27″ VA 89°50’55″ SD 49.446 TargetHt 0.000 Desc 205
Shot S101 HA 161°36’48″ VA 89°35’30″ SD 49.060 Desc 205
Shot S102 HA 165°33’47″ VA 88°33’51″ SD 66.895 Desc 205
Shot S103 HA 166°32’03″ VA 88°49’00″ SD 66.597 Desc 205
OccupiedStn M103 InstHt 1.473 Desc 002
RefStn M102 HA 21°21’59″ VA 90°03’31″ SD 140.450 TargetHt 1.473 Desc 002
RefStn M104 HA 180°39’20″ VA 89°59’06″ SD 274.803 TargetHt 1.173 Desc 002
RefStn M104 HA 00°39’16″ VA 270°01’16″ SD 274.803 TargetHt 1.173 Desc 002
RefStn M102 HA 201°21’42″ VA 269°56’52″ SD 140.450 TargetHt 1.473 Desc 002
OccupiedStn M104 InstHt 1.176 Desc 002
RefStn M103 HA 00°39’20″ VA 90°01’30″ SD 274.801 TargetHt 1.473 Desc 002
RefStn M105 HA 91°07’29″ VA 89°52’19″ SD 130.210 TargetHt 1.526 Desc 002
RefStn M105 HA 271°07’37″ VA 270°08’13″ SD 130.211 TargetHt 1.526 Desc 002
RefStn M103 HA 180°39’29″ VA 269°58’53″ SD 274.802 TargetHt 1.473 Desc 002
OccupiedStn M105 InstHt 1.527 Desc 002
RefStn M104 HA 271°07’29″ VA 90°08’13″ SD 130.211 TargetHt 1.176 Desc 002
RefStn M106 HA 05°36’00″ VA 90°00’23″ SD 182.781 TargetHt 1.543 Desc 002
RefStn M106 HA 185°35’55″ VA 270°00’00″ SD 182.781 TargetHt 1.543 Desc 002
RefStn M104 HA 91°07’19″ VA 269°52’09″ SD 130.211 TargetHt 1.176 Desc 002
OccupiedStn M106 InstHt 1.542 Desc 002
RefStn M105 HA 185°36’07″ VA 90°00’13″ SD 182.781 TargetHt 1.527 Desc 002
RefStn S002 HA 336°57’54″ VA 89°57’20″ SD 109.348 TargetHt 1.593 Desc 004
RefStn S002 HA 156°57’44″ VA 270°03’09″ SD 109.348 TargetHt 1.593 Desc 004
RefStn M105 HA 05°35’50″ VA 270°00’11″ SD 182.782 TargetHt 1.527 Desc 002
OccupiedStn S002 InstHt 1.593 Desc 004
RefStn M106 HA 156°57’02″ VA 90°03’12″ SD 109.347 TargetHt 1.542 Desc 002
RefStn M110 HA 81°24’02″ VA 89°59’38″ SD 52.851 TargetHt 1.557 Desc 002
RefStn M110 HA 261°24’03″ VA 270°00’47″ SD 52.851 TargetHt 1.557 Desc 002
RefStn M106 HA 336°56’59″ VA 269°57’14″ SD 109.348 TargetHt 1.542 Desc 002

 

note:BM01 Easting 5000.000 Northing 10000.000 Elev 20.000
BM03 Easting 5058.235 Northing 9942.949 Elev 20.059
S002 Easting 4969.762 Northing 9865.355 Elev 20.763

Karena saya tidak mendapat informasi dari jenis total station (TS) data tersebut di download, maka saya coba interpretasi data tersebut sebagai berikut:

* Data tersebut adalah data pengukuran poligon dengan station pertama di BM01 sampai S002. Backsight pertama ke BM03, sedangkan foresight terakhir ke M110. Ada pengamatan detail (sideshot) saat alat berdiri di M102 yaitu ke detil S100, S101, S102 dan S103. Pengamatan detail ini nantinya tidak diikutkan dalam perhitungan poligon.

* Dari tambahan informasi (Note) Koordinat Fix hanya di BM01, BM03 dan S002. Sebetulnya kalo ingin terikat sempurna, perlu informasi koordinat di M110.

* Tiap station, pengukuran sudut dilakukan dengan posisi B-B-LB-LB sehingga tiap staion didapat 2 (dua) sudut horisontal. Untuk ukuran jarak akan didapat 4 (empat) buah data untuk tiap sisinya kecuali untuk backsight pertama ke BM03.

Langkah-langkah yang dijelaskan selanjutnya akan mengacu ke format total station seperti di atas. Jika pembaca mempunyai format yang lain, silahkan disesuaikan atau silahkan kirim contoh format total station nya nanti saya coba bantu proses hitungannya.

Berikut tahapan untuk mengolah data tesebut dengan menggunakan microsoft excel:

1. Extract atau pisahkan data menjadi beberapa kolom  yaitu OccupiedStn,InstHt,RefStn,HA,VA,

SD dan TargetHt

2. Hitung sudut horisontal, jarak datar, jarak vertikal untuk masing-masing ukuran.

3. Hitung rerata dan standard deviasi untuk hasil pengukuran sudut dan jarak.

4. Hitung poligon hasil dari data rerata sudut dan jarak.

Selanjutnya adalah detail langkah-langkah untuk masing tahapan di atas:

1. Extract data menjadi kolom.
  • Buka Excel, kemudian “copy paste” data hasil download TS di atas dalam satu kolom.
  • Hapus baris yang diawali kata ‘Shot’. Baris yang dihapus ini adalah baris pengamatan detil yang tidak akan diikutkan dalam perhitungan poligon
  • Hapus juga baris mulai note sampai ke bawah. Hasil copy paste di excel:

image

  • Buat header di kolom B1 sampai H1. Penulisan nama header OccupiedStn, InstHt, RefStn, HA, VA, SD dan TargetHt harus sama persis yang tertulis di data mentah dari TS.

image

  • Masukkan formula atau rumus excel:
Cell Rumus/Formula
[B3] =SUBSTITUTE(MID(SUBSTITUTE($A3, ” “,REPT(“^”,99)),FIND(B$1,SUBSTITUTE($A3, ” “,REPT(“^”,99)))+LEN(B$1),2*99),”^”,””)
[C3] =–SUBSTITUTE(MID(SUBSTITUTE($A3, ” “,REPT(“^”,99)),FIND(C$1,SUBSTITUTE($A3, ” “,REPT(“^”,99)))+LEN(C$1),2*99),”^”,””)
[D4] =SUBSTITUTE(MID(SUBSTITUTE($A4, ” “,REPT(“^”,99)),FIND(D$1,SUBSTITUTE($A4, ” “,REPT(“^”,99)))+LEN(D$1),2*99),”^”,””)
[E4:F4] copy rumus dari [D4]
[G4] =–SUBSTITUTE(MID(SUBSTITUTE($A4, ” “,REPT(“^”,99)),FIND(G$1,SUBSTITUTE($A4, ” “,REPT(“^”,99)))+LEN(G$1),2*99),”^”,””)
[H4] copy rumus dari [G4]
  • copy rumus di [B3:C3] ke bawah jika di kolom A ada tulisan OccupiedStn
  • copy rumus di [D4:H4] ke bawah jika di kolom A ada tulisan RefStn

Hasil extraction di excel menjadi:

image

2. Menghitung sudut horisontal, jarak datar dan jarak vertikal
  • Buat header baru di kolom [J1:O1]

image

B_LB: posisi bidikan ke target sesuai dengan urutan B-B-LB-LB

HA: sudut horisontal, yaitu sudut hasil pengurangan foresight dengan backsight

HD: Horizontal Distance atau arak datar

VD: Vertikal Distance atau jarak miring

dH: difference of height atau beda tinggi

  • Masukkan rumus untuk menghitung HA, HD, VD dan dH sebagai berikut:
[K4] =–SUBSTITUTE(SUBSTITUTE(SUBSTITUTE(E4,”°”,”:”),”’”,”:”),”″”,””)
[L4] copy rumus dari K4
[M4] =ABS(G4*SIN(RADIANS(L4*24)))
[N4] =G4*COS(RADIANS(L4*24))
[O4] =N4+C3-H4
  • Copy rumus [K4:O4] ke bawah dan copy juga urutan baris B-B-LB-LB ke bawah sehingga Tampilan tabel seharusnya seperti di atas.

Catatan:

** Rumus di [K4] dan [L4] adalah merubah format sudut ke format jam di excel. Agar format tanggal ditampilkan sebagai format sudut, maka cell di kolom K dan L harus dirubah format numbernya menjadi :

image

** Silahkan lihat posting Catatan Rumus Excel untuk Juru Ukur (Bagian #2) tentang cara membuat custom format number ini.

** perkalian dengan angka 24 adalah untuk mengkoversi format sudut dari jam ke desimal. Jika data anda berupa dseimal, maka tidak perlu dikalikan angka 24.

3. Hitung Rerata dan Standard Deviasi
  • Buat header baru di sebelah kolom perhitungan beda tinggi.

image

  • Atur atau set format number di kolom P, Q dan R menjadi format jam
  • Buat tabel id_jarak seperti di kolom X, Y dan Z
  • Rumus untuk tabel di atas adalah;
[P5] =IF(J5=”B”,(K5-K4)*24+IF(K4>K5,360),(K4-K5)*24+IF(K5>K4,360))/24
copy dari rumus [P5] ke [P7], [P10],[P12],…..,[P35], [P37]
[Q3] =AVERAGE(P4:P7)
[R3] =STDEV(P4:P7)
copy rumus [Q3:R3] ke [Q8:R8],…..,[Q33:R33]
[T4], [U4] Informasi tempat alat dan target
[V4] =SUM(((T4=$Y$3:$Y$10)*(U4=$Z$3:$Z$10)+(U4=$Y$3:$Y$10)*(T4=$Z$3:$Z$10))*$X$3:$X$10)
Rumus di atas menggunakan formula array. Setelah menulis atau mengcopy rumus diatas.
tekan F2, kemudian tekan CTRL+SHIFT+ENTER atau formula CSE
Copy rumus [V4] ke semua data ukuran atau sampai ke [V37]
[AA3] =AVERAGE(IF($V$3:$V$38=$X3,$M$3:$M$38))
rumus ini juga formula CSE
[AB3] =STDEV(IF($V$3:$V$38=$X3,$M$3:$M$38))
Rumus ini juga formual CSE
Copy rumus [AA3:AB3] ke bawah.

Kesimpulan hasil hitungan rerata dan standard deviasi:

  • standard deviasi untuk pengukuran sudut terbesar ada di station M102 yaitu 13.44”, perlu dilakukan pengecekan ulang di stasion ini terutama untuk ukuran sudutnya apalagi jika diketahui ketelitian alat adalah lebih kecil 10”.
  • standard devisasi untuk pengukuran jarak masih di bawah 1 milimiter.
4. Menghitung Poligon.

Karena informasi koordinat fix untuk Foresight akhir M110 tidak ada, maka jenis poligon menjadi poligon terbuka terikat sempurna di awal tetapi terikat sebagian di akhir. Terikat sempurna di awal yaitu di BM03 dan BM01 dan terikat sebagian karena hanya terikat di S002.

    • Ketelitan sudut dicek dengan cara Azimut hasil hitungan koordinat fix dibandingkan dengan Azimut hasil hitungan dari poligon sebelum dikoreksi.
    • Ketelitian jarak dicek dengan cara beda absis dan ordinat (beda X,Y) dari koordinat fix dibandinkang dengan beda X,Y hasil hitungan dari poligon sebelum dikoreksi
    • Sudut dan jarak di station S002 tidak dimasukkan dalam proses perhitungan. Sudut ini bisa dimasukkan dalam perhitungan jika koordinat fox titik M110 diketahui.

Berikut tahapan perhitungan poligonnya:

  • Buat form atau spreadsheet hitungan poligon :

image

Note: beberapa kolom sengaja diperkecil agar bisa tampil fix on screen.

  • Kolom C diisi besar sudut horisontal rata-rata dalam format jam dan kolom D diisi jarak rata.
  • Jarak di [G4] adalah jarak dari BM01 ke M102, [G5] jarak dari M102 ke M103 begitu seterusnya ke bawah
  • Azimuth di [F3] adalah azimuth dari BM03 ke BM01, [F4] azimuth dari BM01 ke M102 begitu seterusnya ke bawah.
  • Detail rumus yang ada untuk form hitungan poligon:
[Q3] =DEGREES(ATAN2((O4-O3),(N4-N3)))+IF(ATAN2((N4-O3),(N4-N3))<0,360)
[F3] =Q3
[D4] =C4*24
[E4] =$E$16/$C$16
[F4] =F3+(E4/3600)+D4-180+IF(F3+(E4/3600)+D4-180<0,360,IF(F3+(E4/3600)+D4-180>360,-360))
copy rumus [D4:F4] ke bawah sampai [D9:F9]
[G14] =SUM(G3:G13)
[H4] =$G4*SIN(RADIANS($F4))
[I4] =I$16/$G$14*$G4
[J4] =$G4*COS(RADIANS($F4))
[K4] =K$16/$G$14*$G4
copy rumus [H4:K4] ke bawah sampai [H9:K9]
[L3] =N3
[M3] =O3
[L4] =N4
[M4] =O4
[L5] =L4+H4+I4
[M5] =M4+J4+K4
copy rumus [L5:M5] ke bawah sampai [L10:M10]
[L10:M10] koordinat hasil hitungan poligon di S002 yang akan dibandingkan dengan koordinat fix
[Q10] =DEGREES(ATAN2((O10-$O$4),(N10-$N$4)))+IF(ATAN2((O10-$O$4),(N10-$N$4))<0,360)
Azimut fix dari BM01 ke S002
[Q16] =DEGREES(ATAN2((M10-$M$4),(L10-$L$4)))+IF(ATAN2((M10-$M$4),(L10-$L$4))<0,360)
Azimut hasil hitungan poligon dari BM01 ke S002
[Q17] =(Q10-Q16)*3600
Ketelitian sudut dalam detik hasil perbandingan azimuth
[R4] =N10-N4
[S4] =O10-O4
[R4:S4] beda jarak absis, ordinat (beda X, Y) dari koordinat fix BM01 dengan S002
[R16] =L10-L4
[S16] =M10-M4
[R16:S16] beda jarak absis, ordinat (beda X, Y) dari hasil hitungan poligon
[Q18] =G14/SQRT(R18^2+S18^2)
Ketelitian Linear

Kesimpulan sementara hasil hitungan poligon:

  • ketelitian sudut 24.46” jika mengacu ke spesifikasi 10”√n, dimana n adalah banyaknya sudut horisontal, maka  10”√6=24.49”
  • masih masuk toleransi untuk spesifiasi di atas. ketelitian sudut ini bisa ditingkatkan lagi seandainya telah dilakukan pengecekan sudut di M102 atau dengan memasukkan nilai sudut di M102 bukan dari nilai rata2 yaitu 117°43’22″
  • Ketelitian linear 1:41147 masih masuk toleransi.

Untuk selanjutnya adala perataan hitungan poligon. Perataan metode yang dipakai adalah metode Bowditch atau Compass

  • copy >> paste special >> value dari [Q17] ke [E16]
  • copy >> paste special >> value dari [R18] ke [I16]
  • copy >> paste special >> value dari [S18] ke [J16]

Tips:

untuk melakukan copy >> paste special >> value bisa menggunakan shortcut dengan urutan sebagai berikut: (misal akan melakukan copy dari Q17 ke E16):

  • pilih cell tujuan (misal E16), kemudain tekan F2
  • tekan tanda samadengan (=), kemudian pilih Q17
  • tekan F9, kemudian ENTER

Hasil hitungan poligon setelah dilakukan perataan

image

Cek hasil hitungan, koordinat S002 hasil hitungan harus sama dengan koordinat fix nya.

download

Posting berikutnya akan dicoba cara perhitungan data hasil total station di Autodesk Civil 3D

==selamat mencoba==

The Shocking Blue Green Theme. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 786 other followers