coretan tentang autocad dan excel

April 28, 2009

[CAD-CIV-03]: Surface dari Object Text

Filed under: Civil3D, Tukang Ukur — cadex @ 12:01
Referensi :
Platform : Civil 3D
Lokasi File : download autolisp

Studi Kasus:

Diterima gambar hasil pengukuran bathymetri (kedalaman) berupa file autocad. Angka kedalaman ditulis di autocad dalam bentuk object TEXT dalam satuan dm (decimeter).

Angka yang dimulai dengan tanda “+” adalah elevasi di atas MSL (Mean Sea Level) sedangkan yang tidak ada tandanya berada di bawah MSL.

image

Memodifikasi Object TEXT

Untuk keperluan design dan pembentukan surface di Civil 3D, angka kedalaman di bawah MSL dinyatakan dengan angka negatif, sedangkan untuk yang di atas MSL dinyatakan dalam angka TANPA tanda positif.

Pada command prompt autocad ketik ‘LIST’ kemudian pilih salah satu angka kedalaman:

image

dari hasil list object di atas, terlihat bahwa angka kedalaman ditulis di dalam bentuk object TEXT. Sedangkan untuk koordinat Z=-15.

Koordinat Z ini akan dibuat sama dengan tulisan di object TEXT dengan menghilangkan tanda “+”, sehingga hasil koordinat Z=12.

Program Autolisp di bawah ini bisa dipakai untuk melakukan hal tersebut:

(prompt “ketik ttg disusul <enter>”)
(defun c:ttg()
(setq sset (ssget ‘((0 . “TEXT”))));memilih object Text
(setq Len (sslength sset))
(setq i 0)
(while (<= i Len);looping object text yang terpilih
(setq Nama (ssname sset i))
(setq Elemen (entget Nama))
(setq listKoord (assoc 10 Elemen))
(setq X (nth 1 listKoord) Y (nth 2 listKoord))
(setq Textnya (cdr(assoc 1 Elemen)));mengambil nilai text
;merubah text menjadi angka, text yang bertanda + dihilangkan,
;yang tidak bertanda diberi tanda -
(setq elev (atof (if (= (substr Textnya 1 1) “+”) (substr Textnya 2 2) (strcat “-” Textnya))))
(setq newList (list x y elev))
(setq Elemen (subst (cons 10 newList) (assoc 10 Elemen) Elemen))
(entmod Elemen)
(setq i (+ i 1))
)
)

Setelah program dijalankan, cek lagi list object text, seperti cara di atas.

Hasilnya adalah:

image

Sekarang harga koordinat Z telah sesuai dengan isi dari object TEXT.

Membuat Surface

  1. Pilih Tab ‘Prospector’ dari Toolspace Civil 3D
  2. Click kanan ‘Surfaces’, kemudian pilih ‘Create Surface’
  3. Click ‘OK’ untuk setting default Surface
  4. Di bawah folder surface yang telah dibuat, pilih ‘Definition’
  5. Click kanan ‘Drawings Objects’, kemudian pilih ‘Add’
  6. Pilih Object Type ‘Text’, kemudian click OK
  7. Pilih Object Text yang berisi informasi elevasi
  8. Rebuild Surface
  9. Surface akan ditampilkan sesuai dengan surface style yang aktif

image

[CAD-CIV-02]: Perhitungan Polygon di Civil 3D

Filed under: Civil3D, Tukang Ukur — cadex @ 07:43
Referensi :
Platform : Civil 3D
Lokasi File : download

 

Hasil pengukuran poligon:

JalurPolygon

Urutan perhitungan poligon menggunakan fasilitas ‘Survey Command Line’ kemudian disimpan sebagai ‘Field Book’.

Tahapan perhitungan adalah :

1. Membuat Field Book

2. Setting Survey Database

3. Membuat Network

4. Import Field Book

5. Membuat Jalur Poligon

6. Check Poligon

7. Edit Input Least Square

8. Running Least Square

9. Gambar Titik ke Civil 3D

1. Membuat Field Book

Jalankan Notepad, ketik Survey Command Line (hanya kolom ke-dua) di Notepad:

Keterangan Survey Command Line
Setting Unit Jarak dalam meter dan  Sudut dalam DMS UNITS METER DMS
Input Koordinat Titik Kontrol NE 1 821932.766 234608.27 BM.1
NE 2 821801.717 234677.687 BM.2
NE 5 821926.984 234954.388 BM.5
NE 6 822010.817 234847.371 BM.6
Aktifkan LOOP#1 TRAV ON
Set Station STA 2
Set Back Sight BS 1
Titik Poligon berikutnya pada LOOP#1 AD 3 81.0318 106.032 POL.1
AD 4 239.4039 119.245 POL.2
AD 5 104.2318 135.51 BM.5
AD 6 90.5146  BM.6
Menutup LOOP#1 TRAV OFF
Aktifkan LOOP#2 TRAV ON
Set Station STA 2
Set Backsight BS 1
Titik Poligon berikutnya pada LOOP#2 AD 21 178.3738 94.241 POL.3
AD 22 147.3547 112.907 POL.4
AD 23 117.4510 97.666 POL.5
AD 24 177.4519 134.966 POL.6
AD 5 101.190 139.799 BM.5
AD 6 152.568  BM.6
Menutup LOOP#2 TRAV OFF

simpan file dengan extensi *.fbk, misal ‘JalurPoligon.fbk’

2. Setting Survey Database di Civil 3D

2.1. Jalankan Civil 3D, kemudian set ke satuan metric dengan memilih template drawing metric.
2.2. Pilih tab ‘Survey’ pada toolspace Civil 3D
2.3. Click kanan ‘Survey Databases’
2.4. Pilih ‘New local survey databases..’
2.5. Masukkan nama database ‘SurveyTerestris’
2.6. Click kanan ‘SurveyTerestris’, kemudian pilih ‘Edit survey database setting’

image

2.7. Pilih unit distance ‘Meter’ dan Least Square Network Adjustment Type 2-Dimensional

image

3. Membuat Network
3.1. Di bawah icon ‘SurveyTerestris’, click kanan ‘Networks’ kemudian click ‘New’
3.2. Masukkan ‘KKH’ di kolom baris ‘Name’ dan ‘Kerangka Kontrol Horisontal’ di kolom ‘Description’

4. Import Fieldbook
4.1. Click kanan icon ‘KKH’, kemudian pilih ‘Import field book…’
4.2. Pilih file ‘JalurPoligon.fbk’, kemudian click OK

image

4.3. Click ‘No’ jika muncul pesan error seperti di atas.

5. Membuat Jalur Polygon

5.1. Di bawah folder KKH,clik kanan icon ‘Traverses’, kemudian pilih New
5.2. Dalam baris ‘Name’, masukkan nama poligon ‘Loop1′, kemudian di baris Description masukkan keterangan dari loop1 yaitu “Jalur BM.1, BM.2, POL.1, POL.2, BM.5, BM.6″.

image

5.3. Click OK
5.4. Buat Traverse baru untuk loop baru

image

6. Check Polygon

6.1. Di bawah ‘Traverse’ click kanan icon ‘Loop1′, kemudian pilih ‘Traverse analysis…’, kemudian click OK. Akan ditampilkan 3 file notepad yaitu loop1 balance.trv, loop1 Raw Closure.trv dan loop1.lso . Ketelitian sudut dan jarak dari Loop1:

Angular error      = -0-00-02
Angular error/set  = 0-00-00 Under
Error North     : -0.0013
Error East      : 0.0004
Absolute error  : 0.0014
Error Direction : S 18-05-17 E
Perimeter       : 360.7870
Precision       : 1 in 255747.0955
Number of sides : 3

6.2. Seperti langkah 6.1, click kanan icon ‘Loop2′, kemudian pilih ‘Traverse analysis’. Ketelitian sudut dan Jarak Loop2:

Error North     : -0.0183
Error East      : 0.0083
Absolute error  : 0.0201
Error Direction : S 24-20-09 E
Perimeter       : 579.5790
Precision       : 1 in 28823.8328
Number of sides : 5

7. Edit Input Least Square

Sampai langkah 6, sudah dilakukan proses perhitungan poligon tiap loop. Dengan menggunakan fasilitas Least Square, akan dilakukan proses perhitungan seluruh Loop secara simultan.

7.1. Di bawah folder ‘Networks’, click kanan ‘KKH’, pilih ‘Least squares analysis..’, kemudian ‘Create input file..’

7.2.  Di bawah folder ‘Networks’, click kanan ‘KKH’, pilih ‘Least squares analysis..’, kemudian ‘Edit input file..’

7.3. Beri tanda ‘?’ didepan titik poligon yang dicari koordinatnya atau di titik yang bukan titik kontrol, sehingga tampilan file input adalah sbb:

image

7.4. Simpan dan tutup file ‘Network.lsi’

8. Running Least Square

8.1. Di bawah folder ‘Networks’, click kanan ‘KKH’, pilih ‘Least squares analysis..’, kemudian ‘Perform analysis..’

image

pada baris ‘create input file’, set ke ‘No’ (dalam kondisi tidak terpilih), kemudian click ‘OK’

8.2. Hasil Network Adjustment

Total # of Unknown Points: 6
Total # of Points        : 10
Total # of Observations  : 17
Degrees of Freedom       : 5
Confidence Level      : 95%
Number  of Iterations    : 1
Chi Square Value         : 1.40006
Goodness of Fit Test     : Passes at the 5% Level

Standard Deviation of Unit Weight: 0.52916

9. Gambar Titik ke Civil 3D

image

9.1. Click Kanan ‘Control Points>>Points>>Insert into drawings’

April 17, 2009

[CAD-LIS-01]: Menulis Text dari List Koordinat

Filed under: AutoCAD — Tags: — cadex @ 17:39
Referensi :
Platform : AutoCAD
Lokasi File : File Autolisp dan contoh input data ada di sini

Dengan mengunakan program CIVIL3D, Land Development, maupun dengan program AutoCAD MAP terbaru (yang aku punya versi 2009), mengimport dan menulis text dari list koordinat sangat mudah dilakukan tanpa menggunakan program bantu baik itu lewat autolisp, visual basic application maupun dengan membuat script.

Lain halnya jika kita hanya mempunyai program autocad atau autoCAD MAP yang belum mempunyai fasilitas import point, maka program bantu akan dibutuhkan. Program yang dipakai saat ini adalah ‘AutoLisp’

Contoh input list koordinat yang digunakan adalah berupa daftar koordinat geografis (lintang, bujur) dengan elevasi diset = 0 dan kolom terakhir adalah keterangan nama titiknya.

berikut adalah code autolisp:

;;; ————————————————————————–;
;;; TOPO.LSP
;;;   (C) Copyright 2001 by zainul_ulum@cbn.net.id
;;;   edit #1: 17 April 2009

;;;
;;; ————————————————————————–;
;;;
;;;  fungsi: menulis text di autocad dari input file format csv (comma delimeted)
;;;  format input file : x,y,z,keterangan

;;;  program utama : c:xyzd
;;;  sub program yang harus ada : Lokasi, Konversi

;;;  input : file ascii comma delimeted (*.csv), tinggi huruf
;;;  output: objext text di autocad dengan style “ST_KOORD” posisi di layer “TXT_KOORD”
;;;
;;; ————————————————————————–;

(defun Lokasi (mulai text / panjang huruf posisi)
;fungsi untuk mencari lokasi delimeted
(setq panjang (strlen text))
(setq huruf “Memilih Koma”)
(while (and (/= huruf “,”)(<= mulai panjang))
(setq mulai (+ mulai 1))
(setq huruf (substr text mulai 1))
)
(setq posisi mulai)
)

(defun Konversi (text Awal long)
;fungsi untuk mengambil bagian dari text
(setq konv (substr text Awal long))
)
(print “import titik : ketik xyzd”)
(defun c:xyzd(/ counter nama file DataFile pj posisi1 posisi2 posisi3
awal1 awal2 awal3 p1 p2 p3 p4 eZ eX eY Desc tr
pntDetil myList TxtInt TxtReal
)
;membuat style baru, jika style yang dicari tidak ada
(setq counter 0)
(command “-osnap” “none”)
(if (not (tblsearch “style” “ST_KOORD”))
(progn
(command  “style” “ST_KOORD” “simplex.shx”  “” “” “” “” “” “”)
)
)
;membuat layer baru, jika layer yang dicari tidak ada
(if (not (tblsearch “layer” “TXT_KOORD”))
(progn
(command  “layer” “m” “TXT_KOORD” “”)
)
)
;set aktif layer
(command “layer” “s” “TXT_KOORD” “”)
;memilih file
(setq nama (getfiled “Pilih Pile XYZ” “” “csv” 8))
;jika user menekan tombol cancel, tdk dijalankan
(if (/= nama nil)
(progn
(setvar “cmdecho” 0)
(setq file (open nama “r”))
(setq tgHuruf (getreal “\nTinggi Huruf : “))
(setq DataFile (strcase (Read-line file)))
(while (/= DataFile ‘nil)
(setq pj (strlen DataFile))
(setq posisi1 (lokasi 1 DataFile))
(setq posisi2 (lokasi posisi1 DataFile))
(setq posisi3 (lokasi posisi2 DataFile))
(setq awal1 (+ posisi1 1))
(setq awal2 (+ posisi2 1))
(setq awal3 (+ posisi3 1))
(setq p1 (- posisi1 1))
(setq p2 (- (- posisi2 posisi1) 1))
(setq p3 (- (- posisi3 posisi2) 1))
(setq p4 (- pj posisi3))
(setq eX (Atof (Konversi DataFile 1 p1)))
(setq ey (Atof (Konversi DataFile Awal1 p2)))
(setq eZ (Atof (Konversi DataFile Awal2 p3)))
(setq Desc (Konversi DataFile Awal3 p4))
(setq pntDetil (List eX eY eZ))
(command “text” “S” “ST_KOORD” pntDetil tgHuruf “0″ Desc)
(setq DataFile (Read-line file))
);end while
(close file)
(setvar “cmdecho” 1)
);progn
);end if
)

Untuk menjalankan program, saat di command prompt autoCAD, ketik ‘ap diakhir dengan ‘Enter’

Command:ap<enter>

pilih file ‘AmbilKoordinat.lsp’, click tombol ‘close’ disusul dengan tombol ‘OK’

Command:xyzd<enter>

pilih file ‘BujurLintang0desc.csv’, click ‘OK’. Saat ditanya tinggi Huruf, masukkan nilai 0.01 (karena kalo dicoba angka 1 atau 2 hasil textnya terlalu besar)

April 16, 2009

[CAD-CIV-01]: Proyeksi Peta Lintang-Bujur ke UTM di Civil 3D

Filed under: Civil3D, Map, Tukang Ukur — cadex @ 09:40
Referensi :
Platform : Civil 3D 2009, Excel
Lokasi File : click di sini

Hasil GPS Network Adjustment, didapat list koordinat sebagai berikut:

image

Nilai di kolom L dan M adalah hasil proyeksi koordinat geografis (Lintang, Bujur) dengan software Trimble Total Control 2.73. Nilai proyeksi hasil hitungan software ini dipakai acuan.

Dengan menggunakan Autodesk Civil 3D, akan dibandingkah hasil hitungan proyeksinya terhadap koordinat acuan.

Salah satu cara proses proyeksi koordinat di Civil 3D adalah menggunakan fasilitas ‘Import Points’, cara lainnya adalah dengan menggunakan ‘Query Attached Drawings’ di group menu ‘Map’. Tulisan ini akan diuraikan cara proyeksi menggunakan ‘Import Points’.

Langkah-langkah:

1. Memodifikasi dan membuat file text (ascii) yang akan diimport ke Civil 3D

2. Membuat file autocad (drawing) dengan setting satuan metric

3. Membuat ‘File Point Formats” baru

4. Proses Import Points dan Proyeksi

5. Export Hasil Proyeksi ke file.

1. Memodifikasi dan membuat file text (ascii)

Masih di program excel, buat table baru :

image

karena lokasi koordinat terletak di selatan equator, maka untuk nilai lintang diberi tanda negatif.

Untuk membuat file ascii dari excel:

1.1. Block atau pilih range O4:V11, masih dalam kondisi range terpilih, ‘click kanan’ pilih ‘copy.’

1.2. Jalankan program Notepad, kemudian ‘paste’ (Ctrl+V) file yang telah dicopy dari excel ke Notepad.

image

seperti terlihat di notepad, bahwa informasi tiap kolom dipisahkan dengan space (space delimeted) dengan urutan:

pntNumber LintangDerajat LintangMenit LintangDetik BujurDerajat BujurMenit BujurDetik Description

Simpan file ke folder yang diinginkan dengan extensi *.txt misal ‘LatLong.txt’

2. Membuat file Autocad Civil 3D dengan satuan metric.

Jalankan program Civil 3D, tunggu sampai ‘Toolspace Civil 3D’ muncul. Jika ‘Tool Space Civil 3D’ tidak muncul, aktifkan dengan memilih item ‘Toolspace” pada menu ‘General’.

image Pada list drawing templates, pilih

_AutoCAD Civil 3D (metric) NCS Extended

click kanan, kemudian click Create New Drawings.

Simpan file AutoCAD ke folder yang diingankan, dengan nama file misalnya ‘proUTM.dwg’

Dengan menggunakan rumus Excel, lokasi yang akan diproyeksikan lintang bujurnya adalah terleletak di Zone 48S.

File AutoCAD juga harus diset agar terletak di zone 48S

image

Cara setting Zone di Civil 3D adalah:

Pada civil 3D toolspace, pilih Tab setting, kemudian ikuti langkah-langkah seperti gambar di samping.

image

Pada Categories, pilih ‘UTM, WGS84 Datum’

kemudian pada  Available Coordinates System, pilih :

UTM-WGS 1984 datum, Zone 48 South, Meter; Cent. Meridian 105d E

click ‘Apply’ disusul dengan ‘OK’ untuk menyimpan dan menutup drawings settings.

3. Membuat ‘File Point Formats” baru.

Pilih tab ‘Prospector’ pada civil 3D toolspace. Kemudian pada icon ‘Points’, click kanan kemudian pilih ‘Create..’

Ikuti Langkah seperti di bawah ini:

image

Membuat format file baru dengan urutan kolom sesuai input file yaitu:

Point Number Degree-Latitude Minutes-Latitude Second-Latitude Degree-Longitude Minutes-Longitude Second-Longitude Raw Description

image

Format file baru misalnya dinamai : “PntLatLongDesc”, kemudian click OK

Close, semua kotak dialog hingga sampai ke kotak dialog ‘Import Points’.

Saat di kotak dialog ‘Import Points” Click icon image , kemudian pilih file yang akan diimport (LatLong.txt), akhiri dengan clik tombol OK.

Jika tidak ada error, maka proses proyeksi sudah berjalan…

dari menu civil 3D ‘Points..’, pilih ‘List Points…’

image

Pada kolom Easting dan Northing, terlihat bahwa koordinat sudah terproyeksi ke UTM

5. Export Hasil Proyeksi ke file

Pilih ‘Export Point…’ pada menu civil 3D, untuk melakukan export points yang sudah di proyeksikan.

6. Hasil Perbandingan

Hasil perbandingan antara hasil hitungan civil 3D dengan koordinat acuan adalah

image

ternyata perbedaan koordinat antara hasil hitungan civil 3D dan koordinat acuan di bawah 3 milimeter.

April 15, 2009

[XLS-MAP-01]: Rumus Excel untuk Mencari Zone UTM dan TM3

Filed under: Map, Tukang Ukur — cadex @ 17:15
Referensi : Gambar diambil dari http://www.dmap.co.uk/utmworld.htm
Platform : Excel
Lokasi File : File excel click di sini

Pembagian zone UTM :

image

Rumus yang akan diuraikan di tulisan ini tidak berlaku untuk zone utm nomer 31 s/d 33, 35 dan 37 yang terletak di 56 s/d 84 Lintang Utara. Seperti terlihat di gambar untuk daerah tersebut, lebar zone nya tidak sama dengan 6 derajat.

Contoh spreadsheet hitungan yang dipakai adalah :

image

rumus di F46=C46+(D46/60)+(E46/3600); F47=C47+(D47/60)+(E47/3600), sehingga Lintang dalam unit desimal degree ada di F46 dan untuk Bujur ada di F47.

Cell H46, isikan “S” jika daerah yang akan dicari zonenya ada di Lintang Selatan dan isikan “N” jika ada di lintang utara. Huruf ‘S’ dan ‘N’ harus ditulis dalam huruf BESAR.

Cell H47, isikan “E” jika terletak di Bujur Timur dan “W” jika ada di bujur barat. ‘E’ atau ‘W” harus ditulis dalam huruf BESAR.

A. Hitungan untuk Zone UTM

image

Dari gambar di atas, untuk perhitungan zone UTM di daerah Bujur Timur dapat ditentukan dengan rumus

ZoneUTM= INT(Bujur/6)+31, sedangkan untuk Bujur Barat, ZoneUTM= 30-INT(Bujur/6)

Apabila rumus untuk bujur barat dan bujur timur digabung, maka rumus ZoneUTM di excel adalah

I47=IF(F47=0,0,IF(H47=”E”,INT(F47/6)+31,30-INT(F47/6)))

Keterangan:

IF(F47=0,0 —> jika F47 atau kolom bujur sama dengan nol, maka zone=0

IF(H47=”E”,INT(F47/6)+31 —> rumus untuk Bujur Timur

30-INT(F47/6) —> rumus untuk Bujur Barat

B. Hitungan untuk Zone TM3

Zone TM3 didapat dengan menambahkan nilai 0.1 atau 0.2 ke Zone UTM. Untuk lokasi yang terletak di sebelah kiri Bujur Tengah TM3 ditambah 0.1, sedangkan untuk yang kanan ditambah dengan 0.2.

Bujur Tengah TM3 (BT_TM3) untuk lokasi di Bujur Timur didapat dengan rumus BT_TM3=(I47-31)*6+3, sedangkan untuk Bujur Barat BT_TM3=(30-I47)*6+3.

Rumus dalam contoh spreadsheet untuk perhitungan  Zone TM3:

J47=I47+IF(H47=”E”,IF(F47<(I47-31)*6+3,0.1,0.2),IF(I47<(30-I47)*6+3,0.1,0.2))

Keterangan:

I47 —> Zone UTM

F47 —> Bujur

(I47-31)*6+3 —> Bujur Tengah untuk lokasi Bujur Timur

+IF(H47=”E”,IF(F47<(I47-31)*6+3,0.1,0.2) —> Jika Terletak di Bujur Timur, dan Bujur<Bujur Tengah, maka ZoneTM3=ZoneUTM+0.1, jika Bujur>Bujur Tengah, maka  Zone TM3=ZoneUTM+0.2

IF(I47<(30-I47)*6+3,0.1,0.2)) —> Jika Terletak di Bujur Barat

Jika ingin diringkas lagi, rumur Zone TM3 dapat ditulis

J47=I47+IF((H47=”E”)*(F47<(I47-31)*6+3),0.1,IF(I47<(30-I47)*6+3,0.1,0.2))

‘–selamat mencoba–’

The Shocking Blue Green Theme. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 772 other followers